Kebiasaan Buruk Pengendara Sepeda Motor Di Jalan Raya (I)

Dalam keseharian kita dapat melihat ulah pengendara sepeda motor di jalan bak binatang yang terburu dari satu tempat ke tempat lainnya. Menurut saya adalah salah jika kita diam melihat kelakuan si kepala – kepala udang itu karena ini bukan saja menyangkut keselamatan mereka tapi juga kita yang menggunakan jalan yang sama. Terlebih ketika kita tidak dapat berharap banyak kepada pihak berwenang yang selama ini kita kenal kompromis asal ada lembaran menyelip. Saya yang adalah pengguna jalan raya untuk melakukan berbagai aktivitas (mungkin sama seperti anda) akhir – akhir merasa lebih terancam keselamatannya saat sedang berkendara karena ulah kepala – kepalan udang itu, berikut beberapa kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang berbahaya bagi keselamatan kita semua ketika berada di jalan raya.

Melawan arus

Ini adalah ulah terburuk dari yang terburuk menurut saya yang dilakukan pengendara sepeda motor. Entah apa yang ada dalam otak mereka saat melakukan perbuatan ini (eh, maaf saya lupa mereka tidak ada otaknya). Menjelang perempatan lalu lintasi di Pejaten Village dari arah Kemang Raya/ Ampera Raya sering saya temui pengendara sepeda motor melakukan lawan arus padahal jalanan tersebut menikung cukup tajam sehingga sangat mungkin sekali kendaraan dari arah berlawan menjadikan mereka bangkai dalam sekejap. Saya tahu macet itu SANGAT MENGESALKAN tapi melakukan perbuatan ini jauh lebih mengesalkan plus sangat berbahaya bagi semua.
Biasa terjadi jika: kondisi jalan macet parah menjelang suatu perempatan lampu merah.
Resiko terparah: adu kambing dengan kendaraan lain dari arah berlawan.

Melintas di trotoar jalan

Ini kurang lebih sama seperti melawan arus, hanya saja mereka menaiki trotoar jalan. Berbahaya? Tentu, jika ada seseorang yang tengah kesal dan melempar kepala tidak berotak pengendara sepeda motor itu karena memakai trotoar yang menjadi hak pejalan kaki.
Di terik matahari dan macet tentu sangat malas untuk berhenti karena macet tapi melintas di trotoar jalan yang menjadi pejalan kaki bukan pilihan yang baik dan menandakan anda adalah orang egois yang ingin enak sendiri tanpa memikirkan hak orang lain. Terdengar seperti koruptor kan?

Berjalan lambat di jalur kanan

Entah karena merasa lebih aman dari kemungkinan terkena ranjau paku atau memang tidak tahu kaidah berkendara sehingga seorang pengendara motor melakukan hal ini (maklum, SIM nembak). Berjalan lambat saja sudah mengesalkan, apalagi saat di klakson atau di kasih lampu tanda pengendara di belakang “minta jalan” malah tetap santai dan tidak membuka ruang. Grrr…sebuah sikap berkendara yang buruk dan tidak tahu aturan. Sejak jaman dahulu jalur kanan itu sedianya untuk mendahului. Jika dalam kecepatan relatif rendah dan beralasan menghindari ranjau paku yang banyak di jalur kiri janganlah gunakan lajur kanan, pakailah jalur tengah moron.

Tidak menggunakan sein

Mungkin kita semua perlu dibekali dengan kemampuan untuk membaca pikiran orang agar dapat nyaman berkendara di jalan raya mengingat semakin banyak pengendara berpindah jalur atau berbelok tanpa menggunakan sein (sign) mereka. Seorang pendengara yang baik tentu dapat “membaca” sikap pendengara lain di depannya sehingga kalaupun pengendara otak udang yang di depannya itu berbelok atau pindah jalur tanpa menggunakan sein sudah dapat diantisipasi. Namun bukan berarti sein menjadi sekedar pelengkap di sepeda motor agar tidak ditilang polisi. Dengan penggunaan sein saja masih ada kemungkinan untuk mengalami celaka apalagi jika tidak memakai sein.

Itu dulu yang saya tulis dalam artikel ini. Semoga bermanfaat.

Advertisements
Tagged ,

2 thoughts on “Kebiasaan Buruk Pengendara Sepeda Motor Di Jalan Raya (I)

  1. jonathandavidn says:

    Thanks, untuk kunjungannya. Wah keliatannya pemerhati safety riding juga nih. 🙂 seneng udah banyak yang punya concern sama. Btw, coba dicek gethomesafely.co.id deh. Ini campaign untuk safety riding juga tapi pendekatannya lebih mengarah ke “kesadaran orang-orang untuk kembali ke rumah dengan selamat untuk bertemu dengan keluarga”. Have a great day, Sir! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: