Kisah Di Suatu Sabtu Pagi.

Di suatu pagi, Sabtu, di sebuah jalan raya ibukota, seseorang meluncur di atas kendaraan roda dua bermesin 150cc. Jumlah kendaraan yang agak lengang membuat perjalanan dapat dinikmati lebih baik olehnya karena tidak ada antrian ular besi panjang hasil konfigurasi tak sempurna berbagai jenis kendaraan yang digunakan manusia Jakarta. Cuaca kala itu cenderung mendung dan di beberapa lokasi pengendara itu disapa titik gerimis hujan.

Dengan segala nikmat itu mungkin beberapa pengguna jalan cenderung kian abai pada aturan, kaidah, norma, kesantunan berkendara, atau apapunlah kita menyebutnya untuk membuat berkendara di jalan raya menjadi lebih menyenangkan dan terutama lebih menjamin keselamatan bersama. Dua contohnya adalah saya lebih dari dua kali dipotong dengan cara manusia primitif, dan saya menemukan satu dua kendaraan melaju di jalur kanan namun dengan kecepatan normal lajur kiri.

Manusia primitif ini jika saya tidak salah belum mengenal listrik dan bola lampu yang digunakan sebagai sign untuk berbelok ke kanan atau ke kiri, pun untuk berpindah lajur. Manusia ini juga berpikir sempit, ia merasa mampu berkendara dengan gayanya dan abai akan orang lain yang mungkin lebih berpotensi mengalami celaka karena ulahnya. Cukup tentang manusia primitif.

image

Kembali kemana tulisan ini akan saya bawa. Di suatu perempatan ketika penghitung mundur waktu di lampu lalu lintas menunjukkan angka empat puluhan, dari sisi kanan si pengendara motor terlihat dua orang anak sekolah dasar, mungkin Kelas satu atau kelas dua. Dan satu orang laki-laki paruh baya di belakang mereka membawa tas-tas mereka. Ketiganya berlari bergegas menyeberang jalan.

Mereka, saya, dan anda mungkin sangat mengerti keberingasan pengguna kendaraan bermotor di jalan ketika lampu berganti hijau. Bayangkan ketiga orang ini terjebak di tengah makhluk-mahkluk pengendara kendaraan bermotor sedetik menjelang lampu lalu lintas berganti warna menjadi hijau. Maaf, bahkan mungkin lebih dari sedetik sebelum lampu berganti hijau. Saya ngilu membayangkannya, entah bagi anda,

Pengendara motor yang menikmati perjalanan pagi itu melihat si anak berlari dengan muka riang bersama rekannya. Yang menarik mereka masih sempat melirik penghitung waktu mundur, ketika itu angka menunjukkan tiga puluhan dan terus mengecil. Anak-anak itu berlari dengan ceria, sementara si lelaki paruh baya mengikuti dari belakang.

Melihat tawa riang anak-anak itu adalah puncak sukacita perjalanan Sabtu pagi ini. Melihat anak-anak itu antusias berangkat sekolah (asumsi saya) dan nyaman menyebrang di zebra cross lampu lintas yang tidak dijejali pengguna kendaraan bermotor adalah anugerah pagi itu, setidaknya bagi si pengendara motor itu. Semoga hal ini tidak sekedar menjadi cerita di kemudian hari.

Tagged , ,

Selamat Pagi Sumatera II

Ini postingan kedua tentang perjalanan saya menyisir pulau Sumatera melalui lintas timur dari Jakarta hingga Medan.

image

Seperti yang sudah disinggung di postingan sebelum ini, saya melakukan perjalanan dengan KIA Sportage 2 dengan jumlah penumpang sebanyak lima orang. Hujan menyisakan jalanan becek dan itu semua menghasilkan ‘lukisan alam’ yang menarik di  body mobil.

image

Satu gambaran seputar jalan di lintas Sumatera. Penuh sesak dengan kendaraan besar.

image

Di antara sesaknya kendaraan besar, saya menemukan satu di antara sekian yang tengah beristirahat di area perkebunan di pinggir jalan.

image

Jalan lintas Sumatera di daerah Lampung, cuaca terkadang begitu terik. Jalanan kadang begitu kosong. Tetap berkonsentrasi dan menjaga kecepatan.

image

Suatu malam menjelang sebuah kota.

Tagged , , , ,

Selamat Pagi Sumatera!

Sejak pertengahan Desember 2012 hingga awal Januari 2013 kemarin saya melakukan perjalanan ke Sumatera Utara dari Jakarta melalui Lintas Timur Sumatera dengan Kia Sportage 2. Dengan jumlah penumpang lima orang, banyak cerita dan kejadian yang saya alami.

Sebelum lanjut menuliskan cerita ini, jika anda jeli maka anda dapat tahu bahwa wordpress saya ini sudah lama tidak diperbaharui dengan postingan. Sebabnya bukan karena sepenuhnya saya sibuk, tapi karena saya bukan seorang penulis profesional dan penyakit malas amat sering menjangkit hehehe. Selera menulis saya sedang surut namun tidak perlu khawatir dengan selera saya dalam menyantap makanan, masih tetap tinggi pastinya.

Pun sebenernya saat ini saya dalam kondisi yang demikian, nah maka tidak banyak cerita yang akan saya tuliskan. Saya hanya akan banyak berbagi cerita melalui hasil jepretan kamera Olympus yang sahabat saya pinjamkan dan melalui lensa kamera Samsung Galaxy Tab saya. Sayang sekali, entah bagaimana cukup banyak foto hilang dari memory Samsung Tab saya dan sampai sekarang saya belum menemukan cara untuk me-recovernya.

Sudah terlalu banyak basa-basi saya tuliskan di atas. Mari segera simak foto pertama dari perjalanan saya kemarin. Semoga bermanfaat.

image

Ini foto-foto pertama.
Saya mengambil foto ini kira-kira menjelang pukul 6 pagi dari atas kapal Ferry yang berangkat dari Merak menuju Bakauheni. Pagi pertama saya menuju pulau Sumatera dalam perjalanan itu. Sebelum memulai pelayaran selama lebih kurang tiga jam, kami mengantri setidaknya empat jam di pelabuhan Merak. Penyebabnya? Padatnya penumpang dan kendaraan yang ingin menyebrang ke Bakauheni.

image

Setelah lama menunggu antrian di pelabuhan dan buruknya kebersihan dan kenyamanan kapal yang kami dapat, pemandangan ini cukup menghibur. Sepakat?

image

Sampai bertemu di postingan selanjutnya. Selamat Pagi Sumatera!

Tagged , , , , , , , ,

Si Bibi dan Si Mbak.

Beberapa minggu belakangan saya intens dikelilingi kegaduhan dari ibu-ibu muda yang sibuk mencari pembantu untuk mereka. Beberapa bulan sebelum kegaduhan ini ada pula kegaduhan kecil lain tentang hal yang sama terjadi dengan orang-orang di sekitar saya. Apakah anda pernah mengalami kegaduhan seperti ini?

Mengapa kegaduhan seperti ini muncul? Menurut saya ini disebabkan oleh tingginya tingkat permintaan akan jasa pembantu sementara pembantu yang sreg di hati (baca: hasil kerja bagus, sikap yang elok, dan meminta gaji yang minimal) semakin langka di pasaran. Jika ada seorang pembantu yang memiliki tiga unsur tersebut, saya yakin banyak ibu rumah tangga yang akan berusaha mati-matian mendapatkan dia.

Dalam konteks pasangan muda, dan dimana si laki-laki serta perempuan sama-sama bekerja, maka lebih kurang tiga bulan setelah si ibu melahirkan ia harus kembali bekerja seperti sediakala. Dalam kondisi itu maka ibu tidak akan bisa sehari penuh menjaga si bayi berumur tiga bulan. Sang ayah pun harus tetap bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan yang meningkat seiring hadirnya si junior. Tentunya para pasangan muda ini sudah menyusun rencana (planning) namun rencana ini tidak akan selalu berjalan mulus. Maka dijalankanlah Plan B, yakni mencari pembantu baru. Dor! Bertemulah dengan kegaduhan. Mentok sini sana sementara keadaan kian mendesak. Sementara mengharapkan nenek si bayi belum tentu selalu bisa.

Ini persis dengan apa yang dialami teman saya. Beberapa bulan sebelum masa melahirkan tiba, ia dan suami sudah menyeleksi dan mempekerjakan seorang pembantu. Lalu beberapa minggu terakhir tenyata si mbak kena “wajib nikah” oleh orang tuanya. Kebetulan anak pak lurah di kampungnya ingin  meminang. Jadilah teman saya ini kalang kabut, seperti kapal yang tiba-tiba berada di tengah badai setelah beberapa saat lalu berlayar tenang di cuaca hangat.

Berada di dekat kegaduhan ini menarik minat saya. Jika pembantu (atau pengasuh) sedemikian pentingnya mengapa bayaran yang mereka terima (menurut saya) sangat kecil? dari tiga kasus kegaduhan saya tahu berapa nominal untuk mereka. Rasanya gaji pegawai mini market atau hypermart jauh lebih besar ketimbang yang diterima pembantu. Kecuali pembantu dalam kasus khusus yang memang dipinang oleh majikan lewat lembaga formal.

Sekarang saya tertarik untuk membalik fakta ini. Jika bagi kita kriteria pembantu/pengasuh yang sreg di hati adalah memenuhi setidaknya tiga hal ini: hasil kerja bagus, sikap elok, dan meminta gaji minimal. Bagaimana dengan majikan yang sreg di hati? Bukan rahasia seringkali kita sangat keras menuntut hak kita namun begitu lemah memenuhi kewajiban. Dengan membayar sekian rupiah per bulan seringkali kita merasa mempunyai hak untuk mencaci habis si mbak jika ada kesalahan yang dibuat.

Pekerjaan jelas, bersikap wajar, dan memberi bayaran sesuai kesepakatan. Mungkin tiga hal itu yang paling dicari oleh pembantu dari majikannya.

Job desc atau rincian pekerjaan yang jelas tentu penting. Selayaknya karyawan dengan job desc tertentu di sebuah perusahaan, seperti itu pula seorang pembantu yang bekerja bagi kita di rumah. Semakin besar tugas dan tanggung jawabnya, semakin besar bayaran yang didapatnya. Simple.

Bersikap wajar. Jika ada baju kesayangan anda luntur ketika ia cuci ya tegurlah secara wajar, bukan berarti tidak dimarahi, cuma ya dalam batas kewajaran memarahi seorang manusia-lah. Anda toh tidak ingin dicaci maki melewati batas kemanusiaan oleh bos anda di kantor jika anda membuat kesalahan kan? Tidak tahan dengan kesalahannya? 3 kali peringatan dan berhentikan jika kesalahannya berulang.

Bayaran sesuai kesepakatan pun sebenarnya hal yang simple. Anda tidak ingin si mbak banyak alasan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya kan? jadi wajarlah jika si mbak pun tidak ingin anda banyak alasan untuk membayar tepat waktu dan tepat jumlah🙂

Prinsip dasar yang harus diingat pengguna jasa dan penyedia jasa adalah keduanya sama-sama membutuhkan. Jadi salinglah menghargai. Jika tidak terjadi prinsip di atas maka kegaduhan ini akan terus berlangsung.

Tagged , ,

Corning Gorilla Glass

Saat ini saya sedang terkagum pada Corning. Membuka kaskus.co.id dan membaca salah satu hot thread di sana tentang Corning Gorilla Glass lalu mulai menjelajah dunia maya mencari tahu tentang Gorilla Glass.

Link Kaskus

Corning selama ini berinvestasi dan berinovasi pada pengembangan kaca. Kaca produk mereka digunakan pada lampu bohlam hingga kaca yang digunakan untuk pesawat-pesawat luar angkasa NASA selama bertahun-tahun.

Untuk Gorilla Glass sendiri mungkin sudah pada tahu, ini adalah salah satu hal yang sekarang ini lumrah terdapat pada gadget-gadget kelas tengah hingga tinggi. Dengan adanya Gorilla Glass maka layar gadget menjadi tidak akan mudah tergores pun pecah. Ini bukan hoax atau isapan jempol, cobalah jelajah youtube untuk mencari bukti-buktinya. Banyak orang meng-upload video dimana ia menggores layar Gorilla Glass dengan pisau yang sangat tajam atau menjatuhkannya dari ketinggian tertentu.

Gorilla Glass kini sudah pada tahap Gorilla Glass 2 yang di klaim lebih tipis dan lebih tahan banting.

Awal mula penggunaan Gorilla Glass pada gadget adalah di Iphone pertama. Steve Jobs ketika itu merasa bahwa layar handphone mudah tergores ketika dimasukkan ke saku celana bersama kunci. Maka ia menggandeng CEO Corning untuk mengembangkan Gorilla Glass. Hasilnya kini seperti yang sudah saya sebutkan, gadget mutakhir tidak afdol jika tidak menggunakan Gorilla Glass.

Acer, Asus, Dell, HP, HTC, Lenovo, LG, Motorola, Nokia, Samsung, dan Sony adalah beberapa klien mereka. Ada 33 merk ternama dan lebih dari 900 jenis product, serta lebih dari 1 miliar product di seluruh dunia yang menggunakan Gorilla Glass. Luar biasa.

Hal lain yang menarik bagi saya adalah pesan dibalik fakta ini. Buah dari kesabaran dan ketekunan adalah sukses. Dibalik kesuksesan Corning sejauh ini tentu ada proses yang panjang dan berliku, namun setidaknya sampai saat ini mereka berhasil mengalahkannya.

 

Corning

Tagged , ,

Elementary Sherlock

Saya baru agak mengenal dan gandrung pada tokoh Sherlock Holmes setelah mengikuti mini series Sherlock yang ditayangkan salah satu stasiun televisi luar negeri. Mini seri ini dibintangi Benedict Cumberbatch sebagai Sherlock Holmes, dan Martin Freeman sebagai John Watson. Bukan film layar lebar Sherlock Holmes di 2009 yang dibintangi oleh Robert Downey Jr. dan Jude Law yang membuat saya gandrung pada Sherlock.

Sherlock merupakan mini seri adaptasi dari novel aslinya, kita akan melihat hal-hal modern yang ada di sekitar kita saat ini di dalamnya. Tentu saja itu berarti kita tidak akan melihat kereta kuda sebagai kendaraan sehari-hari orang-orang dalam film itu, misalnya.

Dalam setiap season-nya (musim tayang) serial ini hanya ada tiga atau empat episode dan Januari nanti season tiga akan tayang. Saya sangat menyarankan untuk menonton serial ini. Saya berani katakan bahwa untuk saya sendiri, mini seri Sherlock ini lebih menarik daripada film layar lebar yang mengangkat tokoh Sherlock Holmes yang dibintangi Robert Downey Jr. Di IMDb mini seri Sherlock ini memiliki rating di atas 9, wow.

Di masa penantian hadirnya mini seri Sherlock season tiga, muncul serial Elementary. Serial adaptasi tentang seorang Sherlock Holmes. Para penggemar Sherlock Holmes pun (khususnya penggemar mini seri Sherlock) mengamati serial ini. Penggemar Sherlock menemukan kekecewaan pada Elementary. Terlalu ‘ringan’ menurut mereka. Hal ini kemudian dimaklumi karena genre stasiun televisi yang menyiarkannya memang mempunyai karakter yang berbeda. Ibarat kata, anda tidak akan melihat sinetron di Metro TV dan sebaliknya anda tidak akan melihat serial yang ada di Metro akan tayang di RCTI.

Hal lain yang sempat cukup intens dibahas di forum dalam serial Elementary adalah tentang John Watson, partner sejati Sherlock Holmes. Di serial ini tidak ada laki-laki yang sering direpotkan oleh Sherlock Holmes itu, namun ada tokoh Joan Watson dalam Elementary ini. Dari namanya kita tentu menduga bahwa tokoh ini adalah seorang perempuan🙂
Adaptasi yang agak nyeleneh karena setahu saya partner Sherlock adalah seorang laki-laki.

Maka saya yang ‘dibesarkan’ dengan gaya mini seri Sherlock merasakan kejanggalan yang cukup ketika menyimak episode satu serial Elementary. Setelah menonton lima episode pertamanya ternyata Elementary cukup menarik untuk disaksikan sebagai tontonan.

Jika anda belum menonton Sherlock dan Elementary coba lihat penggalan adegannya di youtube siapa tahu anda tertarik.

%d bloggers like this: