Tag Archives: Macet

Membeli Janji

Tentang pemilihan DKI 1 tentu sudah banyak rekans baca dari berbagai artikel. Satu dari sekian banyak isu kampanye para calon tersebut adalah mengatasi kemacetan di ibukota negara ini. Beberapa solusi yang saya baca adalah misalnya saja membuat sistem transportasi umum yang nyaman, aman, dan murah agar pengguna kendaraan pribadi dapat ditekan. Juga misalnya sistem transportasi yang terintegrasi, pemberlakuan pajak progresif, dan lainnya.
Dari sekian yang ditawarkan para calon tersebut saya menilai bahwa apa yang mereka tawarkan adalah mencangkok dari batang pohon yang sudah tidak karuan. Membangun bangunan baru dari bangunan utama yang sudah reyot. Carut marut lalu lintas di kota ini sudah sangat parah menurut saya dan ada yang lebih esensial daripada solusi-solusi yang ditawarkan itu. Bukan berarti solusi-solusi buruk, hanya saja ada hal yang lebih mendasar untuk menopang ide-ide mereka itu. Dibutuhkan sebuah fondasi. Cabut sampai ke akar-akarnya dan tanam pohon baru. Radikal dan tentu tidak mudah namun bukan tidak mungkin.

Merubah mentalitas (atau mindset) seluruh pengguna/ pengendara/ instrumen di jalan adalah apa yang saya maksud dengan akar. Sebesar apapun sebuah pohon, ia tidak akan dapat berdiri tegak dan kokoh tanpa akar yang kuat. Sebagus apapun sistem transportasi atau fasilitas yang ada tidak akan berjalan tanpa mentalitas yang baik dari orang-orangnya. Sebagus apapun busway yang ada tidak akan maksimal hasilnya jika supir misalnya ugal-ugalan dan tidak berpakaian rapih serta bersih. Tidak akan maksimal jika kondektur misalnya tidak santun. Tidak maksimal jika penumpang misalnya masih tidak dapat tertib antri. Tidak maksimal jika jalurnya masih dilintasi segelintir pengendara mobil atau motor yang merasa dirinya paling penting sehingga berhak menggunakan jalur busway.
Jika mentalitas sudah terbangun baik maka meskipun tidak ada petugas maka pengendara akan tetap berhenti di belakang garis ketika lampu lalu lintas berwarna merah sedang menyala. Jika mentalitas sudah baik maka para petugas pun tidak akan mau berdamai dengan para pelanggar lalu lintas.
Jika mentalitas sudah baik maka sepadat apapun jalan maka tidak ada pemotor yang melintas di trotoar jalan. Tidak ada pengendara yang menelepon ketika tengah mengemudi, dan misalnya meski kenyamanan masih di rasa kurang namun banyak orang akan rela beraktivitas dengan menggunakan sarana transportasi umum. Atau tidak akan lagi membeli kendaraan pribadi dengan alasan gengsi.

Begitukah?

Advertisements
Tagged , , , ,

Benarkah Itu Pengecut?

Sambil menonton Liga Inggris malam ini saya terpancing untuk menulis di sini karena rasanya sudah lama juga tidak melakukannya hehehe. Beberapa saat lalu saya baru riding pulang ke tempat tinggal. Di kala itu saya riding sekitar 70 km/jam karena jalanan lengang. Secara sadar saya mengamati sepeda motor di sisi kanan saya yang berada di jalur busway. Motor itu melaju dengan kecepatan sepadan dengan saya. Saya bertanya dalam hati apa alasan orang tersebut melintas di jalur busway?

Apakah karena jalur busway cenderung lebih sepi? Catatan, di jalur biasa sesekali harus mendahului kendaraan lain.

Apakah karena jalan biasa terdapat beberapa lubang dan aspal tidak rata?

Entahlah.

Kalaupun satu atau dua hal tersebut yang menjadi alasan, saya menyimpulkan secara asal-asalan bahwa dia adalah pengecut karena karena alasan segitu kecil saja sampai harus melintas di jalur busway hehehe. Bagaimana jika menemui gangguan lain yang lebih besar atau lebih banyak? Macet, jalan rusak, lalu lintas padat, genangan air, dll misalnya.

Mungkin saya tidak benar, mohon dikoreksi jika demikian 😀

Tagged , ,

Photo (s)

Foto ini diambil kala kami sedang beristirahat di pinggir jalan raya Padalarang sambil mendinginkan mesin dan menunggu arus kendaraan lebih lancar.

Tagged , ,

Photo (s)

These two kids also has their activity in Sunday morning

Location still @Padalarang, West Java.

Tagged ,

Photo (s)


Sunday morning activity of people in Padalarang, West Java in one angle shot.

Do you smiles in there friend?

Tagged , ,
%d bloggers like this: