Tag Archives: Busway

Benarkah Itu Pengecut?

Sambil menonton Liga Inggris malam ini saya terpancing untuk menulis di sini karena rasanya sudah lama juga tidak melakukannya hehehe. Beberapa saat lalu saya baru riding pulang ke tempat tinggal. Di kala itu saya riding sekitar 70 km/jam karena jalanan lengang. Secara sadar saya mengamati sepeda motor di sisi kanan saya yang berada di jalur busway. Motor itu melaju dengan kecepatan sepadan dengan saya. Saya bertanya dalam hati apa alasan orang tersebut melintas di jalur busway?

Apakah karena jalur busway cenderung lebih sepi? Catatan, di jalur biasa sesekali harus mendahului kendaraan lain.

Apakah karena jalan biasa terdapat beberapa lubang dan aspal tidak rata?

Entahlah.

Kalaupun satu atau dua hal tersebut yang menjadi alasan, saya menyimpulkan secara asal-asalan bahwa dia adalah pengecut karena karena alasan segitu kecil saja sampai harus melintas di jalur busway hehehe. Bagaimana jika menemui gangguan lain yang lebih besar atau lebih banyak? Macet, jalan rusak, lalu lintas padat, genangan air, dll misalnya.

Mungkin saya tidak benar, mohon dikoreksi jika demikian 😀

Advertisements
Tagged , ,

Kalimat Tentang Busway

Tiga pekan terakhir ini saya mempunyai kesempatan baik menjadi penumpang setia busway. Sebelumnya sangat jarang saya menggunakan busway. Pun saya bukan satu diantara sekian banyak orang yang menikmati busway di awal kehadirannya, beberapa bulan setelah beroperasi baru saya berkesempatan menumpang busway.

Berbekal pengalaman masa lalu dan apa yang saya rasa dan lihat saat ini, saya agak membenarkan pendapat saya di waktu lampau. Kala itu saya berpikir bahwa keeleganan, keeksklusifan, kegagahan, dll busway tidak akan bertahan lama. Lihat saja jalur busway, beberapa waktu lampau tidak lagi menjadi jalur steril. Fasilitas penunjang seperti bus dan halte sudah agak menjauh dari kata nyaman. Jangan – jangan dalam waktu dekat akan ada pengamen di dalam bus ini.

    Apapun yang baik di negeri ini, akan segera menjadi bobrok dalam kesegeraan.

      Bukan berarti pengelola tidak melakukan perbaikan di sana sini untuk meningkatkan pelayanan. Hanya saja jika dibandingkan dengan kekurangannya maka kelebihan itu menjadi seperti tidak terlihat. Satu hal yang patut saya beri apresiasi adalah adanya mekanisme antrian dan membagi barisan antrian itu menjadi berdasarkan jenis kelamin (pernah terpikir: kalau bukan laki-laki tulen dia akan antri dibarisan mana ya? :p ).
      Sayang mekanisme antrian itu hanya baru saya lihat di Harmoni, sedangkan di halte Blok M tidak ada. Padahal calon penumpang dari terminal itu sama banyaknya. Akan baik menurut saya kalau sistem antrian itu tidak hanya diberlakukan pada jam tertentu saja. Calon penumpang sendiri mestinya bisa antri walaupun tidak ada petugas (mustahil! Ops 😀 )

      Mungkin dalam waktu dekat perlu diadakan busway ekspress dimana mempunyai tarif berbeda, jumlah penumpang tiap kendaraan dibatasi, hanya berhenti di halte tertentu, dan mempinyai fasilitas yang lebih dari busway reguler.

      Gbr:

Tagged , , , ,
%d bloggers like this: