Tag Archives: Review Film

The Lorax (And Me)

Dr. Seuss, The Lorax, siapa sudah menonton film ini? Saya baru saja beberapa hari lalu selesai menontonnya. Inti ceritanya adalah ulah “merusak” seorang bocah yang mencari pohon hidup/asli demi memenangkan hati perempuan yang ditaksirnya. Saya memberi tanda kutip di kata merusak, mengapa? tonton sendiri filmnya dan saya yakin anda akan mengerti. Seperti biasa saya tidak ingin mengurangi kenikmatan anda menyaksikan sebuah film karena tanpa sengaja membaca detail ceritanya di sini.

Saya sendiri belum membaca buku asli The Lorax ini sehingga saya tidak dapat memberikan pendapat tentang perbandingan versi buku dan versi filmnya. Yang pasti jika saya berumur enam atau tujuh tahun maka film ini adalah film yang menyenangkan untuk ditonton sambil mengunyah camilan. Apalagi kakak Taylor Swift turut mengisi suara dalam film ini.

Yang menarik saya di film ini adalah karena ada satu konsep dalam cerita The Lorax ini yang sama dengan apa yang saya pikirkan sejak beberapa tahun belakangan. Bacalah kalau tertarik.

Perkembangan jaman selalu menghasilkan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah pencemaran udara. Seperti yang divisualisasikan dalam beberapa film yang bertema masa depan kita dapat melihat bahwa ada gambaran bahwa masa depan mempunyai sisi suram yakni lingkungan yang rusak. Udara bersih dan segar seperti di daerah Lembang saat ini sulit didapatkan. Nah untuk itu saya pernah berpikir sejak sedini mungkin “menangkapi” udara-udara segar tersebut dan menyimpannya dalam tempat penyimpanan yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu menjaga kesegaran udara yang ada di dalamnya.

Beberapa puluh tahun kemudian ketika lingkungan sudah semakin rusak dan pohon semakin hilang serta udara semakin tipis maka saya dapat menjual udara segar dalam tempat penyimpanan saya kepada banyak orang dalam bentuk seperti air mineral dalam kemasan saat ini. Tentu harganya tidak murah.

“Di jual, udara segar tahun 2012, asli diambil dari dataran tinggi Lembang Bandung, Indonesia

Begitu barangkali salah satu tulisan yang tercetak dalam label kemasan udara yang dijual.

Di saat itu siapapun yang menanam pohon akan saya hancurkan. Loh, kok jadi seperti seseorang yang dikenal ya? Jika anda sudah menonton film ini, pasti anda tahu.

 

Link bacaan lain :

Link 1

Link 2

 

Tagged , , , , ,

[Movie Review] Eight Below

Akhir pekan ini saya berkesempatan menuntaskan film Eight Below yang dibintangi Paul Walker yang terkenal karena film Fast And Furious (setidaknya bagi saya). Eight Below bukan film baru, ia diproduksi tahun 2006 oleh Disney dan diinspirasi oleh kisah nyata.

Menurut saya film ini biasa saja secara keseluruhan kecuali satu hal, dan itu memaksa saya untuk menonton film ini sampai selesai. Bagi anda penggemar anjing saya rasa anda akan menyukai film ini sama seperti saya. Saya sudah membuktikannya pada satu orang penggemar anjing dan itu terbukti. Terlebih jika anda menggemari jenis Siberian Husky.

Dengan setting cerita di salah satu ujung bumi yang senantiasa tertutup salju maka dalam film ini anda akan banyak melihat salju. Saya memberi rating 6 dari 10 untuk film ini. Jika anda penggemar anjing dan mencari tontonan ringan, film ini adalah pilihan yang baik untuk anda saksikan.

Semoga bermanfaat. Salam.

Tagged

[Movie Review] ONCE

Film produksi 2006 ini akhirnya dapat saya tonton di akhir pekan kemarin. Sebuah film drama romantis sederhana. Saya tambahkan kata “sederhana” karena tiga hal, pertama adalah karena ceritanya tidak dibumbui oleh banyak konflik atau berbagai kejutan dalam setiap scenenya. Kedua adalah karena film ini dibuat dengan budget yang tidak terlalu besar. Ketiga adalah karena ini tentang kehidupan dua orang manusia yang tingkat ekonominya sederhana. Sederhana bukan berarti picisan.


Garis besar cerita ini adalah tentang seorang laki-laki dan perempuan yang sama-sama kesepian, sama-sama membutuhkan kasih sayang, sama-sama berjuang hidup di jalan, sama-sama dapat bermain musik dan menyukai musik. Lagu-lagu yang dicipta dan dinyanyikan oleh kedua tokoh ini yang menjadi kekuatan utama film ini menurut saya. Sebagai bukti, Falling Slowly meraih penghargaan sebagai Best Academy Award for Best Original Song di tahun 2007. Saya sendiri jauh sebelumnya pernah mendengar lagu ini namun tidak mengetahui filmnya. Luar biasa.

Selain lagu Falling Slowly menurut saya lagu lainnya yang menarik dan ditampilkan dengan pas dalam film ini adalah If You Want Me. Jika dalam Falling Slowly vokal utamanya adalah tokoh pria maka di dalam lagu ini vokal utamanya adalah tokoh utama perempuan. Disebutkan If You Want Me diciptakan oleh si tokoh laki-laki namun ia belum pernah dapat menemukan lirik yang dirasa pas hingga akhirnya si tokoh perempuan yang menulis liriknya. Romantis. Opss, semoga saya tidak terlalu jauh bercerita isi filmnya 🙂

Lagu lainnya? Lies, Falling From The Sky, atau Say It To Me dan The Hill yang beremosi dalam adalah pilihan-pilihan yang menarik untuk didengar.


Seperti film non Hollywood pada umumnya maka di film ini kita akan disuguhkan akhir cerita yang memberi kejutan, silahkan nilai sendiri apakah ini adalah akhir yang manis atau justru sebaliknya. Saya punya penilaian sendiri namun akan saya simpan agar anda tidak kehilangan rasa saat berkesempatan untuk menontonnya. Satu sampai sepuluh, saya memberi tujuh koma lima untuk film ini.

Tautan:
Jonathan David’s Blog

IMDB

Wikipedia

Youtube

Tagged , , , ,

Coklat Cinta Untuk Gilang

Saya mempunyai seorang kawan yang bekerja di sebuah tempat yang salah satu produknya adalah membuat film pendek untuk ditayangkan di internet. Video di atas adalah salah satu karyanya. Silahkan kawan berkomentar di sini jika memang berkenan.

Saya berpikir apakah kawan saya itu mau membuat film pendek tentang anak motor ya? hehehe.

Pendapat saya sendiri tentang film ini adalah bahwa ini adalah film yang mengandung nilai positif dan mungkin pesan moral yang dibagi dalam film sedikit banyak sudah banyak dilupakan oleh kebanyakan orang termasuk saya hehehe.

Di beberapa bagian saya melihat ada boom mic yang bocor di awal scene, pantulan kamera di white board dan ada beberapa hal lain yang mengganjal tapi baiknya saya sampaikan saja secara pribadi ke kawan saya itu. Semoga pembaca dapat menikmati film ini 🙂

Tagged ,

[Movie Review] Warrior

Title : Warrior

Director: Gavin O’Connor

Cast : Tom Hardy, Nick Nolte.

Warrior Movie Poster

Film yang menarik. Sutradaranya mampu mengemas drama dan adegan baku hantam dengan manis. Pemilihan aktor dan aktrisnya terasa pas. Akting para pemainnya lebih dari cukup dalam menjiwai karakter yang mereka perankan. Scoringnya dahsyat kecuali dibagian akhir yang menurut saya agak kurang.

Film ini kurang lebih mirip dengan Real Steel, dimana tokoh utama menghadapi konflik dalam hidupnya dan melalui olahraga adu pukulan didapati penyelesaiannya. Hanya saja menurut saya film ini lebih dramatis karena endingnya baru terbaca beberapa menit sebelum film berakhir. Saya bahkan sempat berpikir bahwa tidak akan pernah ada happy ending yang benar – benar happy di film ini karena jika ada happy ending untuk yang satu maka yang satu lagi akan menderita dan sebaliknya. Namun ketika melihat adegan akhir dalam film ini saya malah terkagum karena itu adalah happy ending bagi semua tokoh utamanya, luar biasa.

Dalam film ini latar belakang para tokoh utama tidak dijelaskan dengan detail dan buat saya itu tidak masalah karena melalui konflik konflik yang ada saya dapat menyimpulkan ada sesuatu yang luar biasa yang pernah terjadi diantara mereka di waktu lampau. Melalui film ini saya juga diingatkan bahwa kemenangan atau sukses dapat diraih jika disertai kerja keras dan tekad yang kuat.

Dengan skala 1 sampai 10 (dimana 10 adalah yang terbaik) saya menghargai film 8. Di IMDB film ini mendapat poin 8.3/10 oleh pengunjung IMDB.

 

Jadi buat yang belum menonton dan mencari hiburan menarik di akhir pekan, film ini adalah salah satu pilihan yang menyenangkan.

 

Salam.

 

 

Tagged , ,
%d bloggers like this: