Tag Archives: Safety riding

BBM Dan Gaya Berkendara

Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak aka BBM awal April nanti sekitar 1500 rupiah menyedot perhatian banyak orang di negeri ini. Berbagai reaksi muncul ke permukaan baik melalui aksi nyata atau melalui tulisan di berbagai saluran.

Tulisan ini tidak akan memberikan analisis dampak kenaikan BBM dan sejenisnya, namun akan saya kaitkan dengan cara berkendara pengguna kendaraan bermotor di jalan raya.

Seperti yang saya lihat malam ini ketika berkendara di jalan, banyak pengendara sepeda motor masih seperti seenaknya membuka tutup gas tunggangannya. Logika saya: gaya berkendara seperti itu tentu membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak dibanding jika berkendara dengan lebih baik atau mungkin lebih populer dengan istilah econo riding.

Lebih jauh lagi, kenaikan BBM tentu dipicu karena tingginya permintan sementara ketersediaan semakin menipis. Saya membayangkan seandainya saja permintaan BBM dapat ditekan bersama oleh masyarakat Indonesia dan dunia lewat berkendara dengan baik, tentu kenaikan harganya lebih dapat dihindari. Selain itu berkendara dengan baik akan membuat pengeluaran pemilik kendaraan menjadi lebih hemat, baik untuk perawatan kendaraan, pengggunaan bahan bakar, dan atau resiko kecelakaan.

Semoga kenaikan BBM ini dapat membawa nilai positif bagi kita bersama walau tentu kita tahu sangat sulit menerima kenyataan bahwa seiring kenaikan harga BBM akan diikuti kenaikan harga di hampir semua hal.

Tagged ,

Kebiasaan Buruk Pengendara Sepeda Motor (II – End)

Melanjutkan bagian pertama, berikut beberapa kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang sering saya temui di jalan raya.

Overload!
Tentu melihat sepeda motor ditumpangi lebih dari dua orang sudah tidak asing lagi bagi masyrakat Indonesia. Rekor terbesar yang pernah saya lihat langsung di jalan raya adalah empat orang. Anak yang lebih besar di depan bapaknya (pengemudi), dan anak yang lebih kecil diantara bapak (pengemudi) dan ibunya (penumpang paling belakang). Motor bebek. Yang lebih membuat ngilu adalah kedua anak tersebut tidak memakai helm! Hello heaven.

Menelepon saat mengemudi
Ini berbahaya karena laki – laki dikenal sebagai mahkluk yang kurang baik dalam hal multitasking, ehm tapi bukan berarti kaum perempuan boleh melakukan ini. Mengendarai kendaraan bermotor itu membutuhkan konsentrasi sedangkan menerima telepon saat mengemudi akan mengurangi konsentrasi. Setelah menerima telepon pun biasanya akan ada dampak yang muncul terhadap cara mengemudi yang mana tergantung kabar berita yang diterima melalui telepon itu. Berharap tidak ada seorangpun yang meminta putus melalui telepon di saat pacarnya sedang mengendarai telepon 🙂 kalau ada, maaf ya.

Terkait dengan poin pertama dalam artikel ini, motor yang mengangkut nyawa empat manusia dengan harga obral itu dikemudikan si bapak sambil bertelepon ria (saat saya melihatnya). Bintang sirkus!

Arogansi ABC
ABC adalah istilah yang baru saja saya buat, artinya: Anak Baru Club. Saya melihat kecenderungan bahwa pengendara sepeda motor yang baru saja bergabung dengan sebuah klub motor mempunyai kecenderungan ugal – ugalan saat berkendara di jalan raya. Rasa bangga yang salah tempat mungkin alasan logis yang dapat saya tebak. Merasa sudah menjadi bagian dari suatu klub motor memunculkan kebanggaan yang meledak dan berimbas pada memacu adrenalin di jalan raya, IMHO. Menurut saya pribadi mestinya anggota klub – klub sepeda motor menjadi contoh bagi pengendara lain di jalan raya dalam hal berkendara.

Tentu masih banyak contoh lain yang dapat disebutkan seperti: tidak ada spion (jangan – jangan mereka alien yang bisa melihat keadaan di belakang mesti tidak mempunyai mata di kepala bagian belakang?).
Contoh lainnya yaitu memakai helm bukan karena kesadaran atas keselamatan diri sendiri tapi lebih karena takut akan surat tilang dari pak polisi. Menanggapi ini saya berasumsi berarti kepala/nyawa para pengendara jenis ini lebih murah dari harga sebuah helm SNI biasa yang sebutlah seharga 400.000.
Terakhir adalah pengendara yang tidak menggunakan sepatu kala berkendara dengan sepeda motor. Terjatuh dari sepeda motor itu tidak enak karena lebih mudah terkena luka karena tidak ada bagian body dari motor yang melindungi tubuh pengendara. Melihat telapak dan punggung kaki yang tidak dibungkus sepatu membuat saya ngilu membayangkan dagingnya terparut aspal jalan saat mengalami kecelakaan di jalan. Semoga tidak ada dari kita yang mengalaminya.

Ada yang mau menambahkan kebiasaan buruk lainnya?

Sebagai penutup saya mau sampaikan sedikit renungan: Apapun sepeda motor anda (Tiger, CBR, Ninja, Vixion, New Megapro, Byson, dll) dan bagaimanapun anda memodifnya, ingatlah kalau tidak tertib di jalan akan membahayakan bagi anda dan pengguna jalan lain. Tidak mau kan merasa bersalah karena “membunuh” seorang bapak yg menjadi tulang punggung bagi istri dan anaknya yang masih kecil misalnya?

Semoga bermanfaat.
Salam.

Tagged , , , ,

Korupsi Jalan

Korupsi sudah sangat parah menjalar dalam berbagai sendi kehidupan di negeri ini.

Asal kata Korupsi

Korupsi berawal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun ke banyak bahasa Eropa seperti Inggris yaitu corruption, corrupt; Prancis yaitu corruption; dan Belanda yaitu corruptie, korruptie. Dari Bahasa Belanda inilah kata itu turun ke Bahasa Indonesia yaitu korupsi.
(Andi Hamzah, 2005, Pemberantasan Korupsi)

Arti kata Korupsi

Korup : busuk; palsu; suap
(Kamus Bahasa Indonesia, 1991)

buruk; rusak; suka menerima uang sogok; menyelewengkan uang/barang milik perusahaan atau negara; menerima uang dengan menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi
(Kamus Hukum, 2002)

Korupsi : kebejatan; ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian
(The Lexicon Webster Dictionary, 1978)

penyuapan; pemalsuan
(Kamus Bahasa Indonesia, 1991)

penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk keuntungan pribadi atau orang lain
(Kamus Hukum, 2002)

Dalam pengamatan saya selama ini korupsi juga terjadi dalam berkendara di jalan raya, oleh siapapun dengan kendaraan jenis apapun. Utamanya sepeda motor. Perhatikan di berbagai kesempatan di jalan raya, banyak kendaraan melaju atau melewati lampu lalu lintas yang sudah jelas menunjukkan instruksi untuk berhenti. Dalam kata lain, mengambil bagian atau kesempatan orang lain (yang mempunyai kesempatan melaju karena lampu lalu lintasnya berwarna hijau). Lihat bagaimana sepeda motor melintas di atas trotoar jalan, yang artinya mengambil hak pejalan kaki. Cermati bagaimana pengendara mengambil jalur pengendara lain atau berpindah jalur tanpa memberi aba – aba pada pengendara lain dengan lampu sign. Bukankah itu artinya menyerobot hak pengendara lain itu?

Simak bagaimana pengendara sepeda motor terus menyelinap dan merangsek maju di berbagai pemberhentian lampu lalu lintas hingga melewati pembatas jalan, bukankah itu mirip dengan sifat koruptor yang terus memperkaya diri sendiri sampai semaksimal mungkin tanpa peduli batasan atau hak orang lain. Banyak contoh lainnya, dan saya percaya anda dapat menyebutkan satu diantaranya karena anda juga menyadari atau pernah melakukannya 🙂 Saya sendiri juga sekali atau dua kali melakukan itu.

Ada apa dengan kita semua?

Koruptor mempunyai sangat banyak alasan mengapa dia korupsi, sama seperti pengendara di jalan raya juga mempunyai banyak alasan yang diajukan untuk menjelaskan kenapa ia menjadi koruptor di jalan raya, namun saya menolak semua alasan itu. Justru ketika kita taat aturan, rambu, dan kaidah di jalan raya dan berkendara saat ada banyak alasan untuk melanggarnya adalah membuktikan kualitas diri kita.

kaskus.us

Takut terlambat makanya salip sana sini dan melanggar lampu merah? Sediakan waktu lebih banyak untuk berkendara menempuh tujuan kita.

Panas jika mengantri makanya naik ke trotoar jalan? Gunakan mobil, konsekuensinya perjalanan lebih lama. Gunakan taksi, namun sediakan biaya lebih dibandingkan bersepeda motor.

Ketika anda memilih sesuatu silahkan pahami kelebihan dan kekurangannya. Nikmati kelebihannya, terima kekurangannya. Kalaupun ingin meminimalisir kekurangannya, silahkan saja asal tidak sampai merugikan orang lain.

Jadilah manusia bermoral dan memiliki kualitas, jangan seperti koruptor.

Taat ketika ada polisi dan karena takut tilang menunjukkan kita sama seperti koruptor yang takut ketika ada pihak berwajib. Taatlah karena kesadaran diri sendiri dan untuk keselamatan bersama.

😀

Tagged , ,

Photo (s)

Inilah dynamic duo yang mengabadikan perjalanan kami dari Jakarta – Teluk Kilauan – Jakarta.

Roy (depan) dan Henry.

Terima kasih kawan 😀

Tagged , , , , , , , , , ,

Photo (s)

Without much to say, i guess you understand what i’m trying to say with this picture that was taken in Teluk Kilauan Lampung 😀

It’s a 600 Kilometres from my home – Teluk Kilauan – back to my home.

Tagged , , , , , ,
%d bloggers like this: