Tag Archives: Timnas U23

Selamat Jalan, Sepakbola Indonesia.

Pak Rahmad Darmawan akhirnya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia Under 23 (Timnas U23) setelah beberapa hari belakangan ini kencang terdengar kabar itu. Ada apa gerangan hingga ia mengambil keputusan seperti ini?

Beberapa kabar beredar yang saya dengar adalah karena ia ingin siapa saja yang dirasa layak oleh dirinya untuk masuk dalam tim bentukannya akan ia masukkan tanpa membedakan apakah orang tersebut adalah pemain dari LPI atau ISL. Kabar lain tentang penyebabnya adalah karena beliau merasa gagal menjadi pelatih kepala timnas U23 yang mana tolak ukurnya adalah gagalnya beliau meraih emas di SEA GAMES yang berlangsung beberapa waktu lampau. Benarkah salah satu atau kedua hal itu yang menyebabkannya?

Maaf saya tidak bisa menjawabnya πŸ™‚ menurut saya percuma mencari tahu jawabannya dan biarlah alasan itu disimpan pak Rahmad sendiri dan kita hargai, pun adalah biasa seseorang mengundurkan diri dari posisi pelatih sebuah tim, ya toh?

Rahmad Darmawan menjadi “idola baru” di negeri ini sejak SEA GAMES kemarin. Dia menjadi next Alfred Riedl dalam konteks sepakbola populer negeri ini. Sepakbola dalam konteks dimana yang lebih diinginkan adalah semata kemenangan dan mencari ke-good looking-an para pemainnya. Alfred dan Rahmad adalah idola dalam konteks sepakbola populer di negeri ini yang mulai muncul trendnya sejak piala AFF lampau, meskipun saya percaya Alfred dan Rahmad tidak ingin membawa diri atau timnya masuk dalam zona sepakbola populer. Alfred – sang idola pertama – kariernya bernasib tragis, di depak dari jabatannya tanpa alasan yang menurut saya pribadi cukup aneh dan memalukan. Pengganti Alfred tidak berhasil meneruskan popularitas sepakbola populer dan tidak berhasil menunjukkan titik cerah bagi sepakbola Indonesia. Sepakbola populer meredup, seakan supernova. Tak di duga Rahmad muncul, sepakbola Indonesia seperti ada harapan untuk sekedar menggeliat. Namun lagi – lagi kini pupus harapan itu dengan mundurnya Rahmad. Suatu saat nanti pasti akan hadir pengganti Rahmad – yang mungkin pula membawa euforia sepakbola populer ke negeri ini dan (mudah-mudahan) sedikit prestasi bagi sepakbola Indonesia – namun keadaan sepakbola bola nasional tidak boleh terus berlarut dalam keadaan seperti sebelumnya.

Ada apa ini? Tidak adakah kasih Tuhan Yang Maha Esa pada sepakbola negeri ini?

Saya tidak akan mencari kambing hitam melalui tulisan ini, buat saya kita semua salah dan sekaligus kita semua benar dalam konteks pemikiran atau kita masing – masing.

Kesimpulan saya pada sepakbola negeri ini saat – saat ini adalah: utamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan. Saya percaya tidak akan mungkin itu terjadi.

Salam.

Advertisements
Tagged , , ,

Tsubasa, Nankatsu, dan Timnas U23.

Ingat dengan Captain Tsubasa dan tim Nankatsunya? Semoga πŸ™‚

Sekedar mengingatkan, Tsubasa adalah seorang bocah yang mencintai sepakbola. Ia kemudian bergabung dengan tim Nankatsu, mencari pengalaman keluar negeri, dan menjadi tulang punggung timnas Jepang. Lalu apa hubungannya dengan Timnas U23? Hohoho saya tidak sedang menyamakan kapten timnas U23 Egi atau pemain lain dalam tim ini dengan Tsubasa, tidak.

Masih ingat dong bahwa Tsubasa mempunyai “lawan” yang mana Tsubasa bersaing terus dengan mereka hingga dewasa lalu Tsubasa (lagi – lagi) menjadi pemenangnya, di masa lalu, sekarang atau di kemudian hari πŸ™‚

Timnas U23 ini saya ibaratkan sebagai Tsubasa dan tim Nankatsunya. Mereka bersaing dan juara. Terus menggembleng diri, Tsubasa dan lawan serta kawannya harus mengasah skill atau berusaha meningkatkan kualitas. Nah saya harap setelah (meraih emas di) Sea Games ini Timnas U23 atau Nankatsu tidak langsung berpuas diri melainkan berbuat seperti Tsubasa dan seluruh skuad Nankatsu yakni meningkatkan kemampuan.

Hingga mungkin sepuluh tahun ke depan, lawan – lawan yang dihadapi sekarang adalah lawan – lawan Titus Bonai CS juga di masa mendatang baik untuk level Asia Tenggara, Asia, atau mungkin Dunia. Jangan hanya jadi juara di Sea Games saja, jadilah juara di level yang lebih tinggi wahai kawan – kawan Timnas U23 πŸ™‚

Tagged

Timnas U23 Di 3 Laga

Timnas sepakbola U23 sudah melewati tiga laga di Sea Games kali ini tanpa kekalahan dan hanya kebobolan satu kali lewat titik putih. Satu titik harapan muncul bagi penggila bola di tanah air setelah timnas sepakbola senior tidak memberi hasil baik di pra piala dunia dan kemelut berkepanjangan di induk organisasi sepakbola nasional, PSSI.

Membungkam Kamboja dengan enam goal tanpa balas sekaligus memunculkan idola baru di jagat sepakbola nasional yakni Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Plus melambungkan beberapa nama seperti Andik Virmansyah, Steve Bonsapia, dan Ferdinand Sinaga di samping Okto Maniani.

Di pertandingan selanjutnya Singapura yang menjadi korban dan di lanjutkan dengan Thailand yang merupakan salah satu lawan tangguh Indonesia dalam olahraga dan atau sepakbola.

Puas dengan penampilan mereka? Saya tidak. Secara teknik mereka oke namun secara tim mereka masih memiliki banyak kekurangan. Kekurangan itu bahkan memburuk di setiap pertandingan. Melawan sembilan pemain Thailand, Indonesia baru dapat mencetak gol ketiga di menit – menit akhir. Dengan sembilan orang pemain, Thailand cukup sering mengancam gawang Indonesia yang di kawal Kurnia Meiga. Bayangkan jika Thailand bermain dengan sebelas orang pemain, saya rasa jika demikian, imbang adalah hasil terbaik yang dapat timnas U23 raih.
Serta jangan lupakan bahwa sembilan pemain Thailand yang mampu menyerang Indonesia itu adalah tim yang tenaganya sudah cukup terkuras akibat jadwal bertanding yang lebih padat dibanding Indonesia.

Kemenangan di tiga pertandingan tersebut memang penting, tapi ingat perjalanan belum selesai. Masih panjang bahkan. Malaysia menjadi lawan berikutnya, tim yang bermain cukup baik dan saya percaya akan mampu menguji timnas Indonesia. Tidak lupa coba intip grup sebelah, di sana ada Vietnam yang tidak kalah ganas! Mereka atau Malaysia dapat menjadi lawan Timnas U23 Indonesia di final Sea Games kali ini.

Pelatih Rahmad Darmawan tentu belum puas dengan penampilan anak – anak asuhnya dan semoga di pertandingan selanjutnya timnas dapat bermain lebih secara tim.

Jangan biarkan lawan merusak mimpi meraih emas Sea Games kali ini sekaligus menerbitkan asa masyarakat Indonesia terhadap sepakbola mereka. Perbaiki permainan.

*kredit ke pemilik hak foto di atas.

Tagged , , , , ,

II

Tulisan ini di dedikasikan untuk medukung timnas U23 Indonesia yang akan bertanding melawan Singapura dalam waktu kurang dari 2 jam lagi di Gelora Bung Karno, Senayan. Pertandingan kedua di Sea Games kali ini. Ayo menang! hehehe. Gairah ini bangkit kembali. Gairah mendukung sepakbola nasional yang meletup saat piala AFF dan sempat meredup karena gonjang ganjing PSSI.

Dalam pekan ini ada hal – hal menarik seputar sepakbola Indonesia yang saya simpulkan menjadi: Talenta sepakbola di Indonesia begitu banyak namun terbengkalai karena kepentingan segelintir orang di PSSI.
Salah ga ya? kalau salah mohon dikoreksi.

Alasan saya berdasarkan fakta loh, begini yang saya cermati.

Dalam pekan ini berhembus kabar bahwa Indonesia All-Star TeamΒ  atau IAST menjuarai Intesa Sanpaolo Cup 2011 yang di gelar klub besar AC Milan. Bahkan dalam sebuah “friendly” game IAST mampu mengalahkan Milan Academy dengan skor 3 – 2. Apa ga hebat?
Dari sini saya mengenal nama – nama Sabeg Fahmi Fachrezy, Gavin Kwan Adsit, dan si loper koran Saputra.

Selanjutnya di Gelora Bung Karno, pasukan Garuda Muda melibas Kamboja dengan skor telak, 6 – 0! Memang lawannya dikategorikan lemah dan permainan timnas U23 dalam kacamata saya bukan tanpa cela. Namun tetap saja itu sebuah prestasi tersendiri di samping prestasi sesungguhnya yakni meraih emas Sea Games! hehehe.
Secara skill Patrich Wanggai, Titus Bonai, Andik Vermansyah, Kurnia Mega, Okto Maniani, Egi Melgiansyah, Yongky Ariwibowo, atau Ferdinand Sinaga cukup mumpuni di level Asia (Tenggara).

Kemudian yang terbaru saya dengar kemarin adalah direkrutnya Arthur Irawan oleh Espanyol, tim papan tengah Liga Primera Spanyol. Memang bukan langsung masuk skuad utama namun tetap saja ini kebanggaan tersendiri walau belum tentu Arthur peduli dengan timnas Indonesia nantinya :p

Nah dari ketiga peristiwa pekan ini yang saya sebutkan di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa secara bakat anak – anak Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Kalau ada yang bilang: “masa dari sekian juta rakyat Indonesia masa enggak ada 11 orang yang bisa main bola yang baik?”

Jawabannya: ADA (dengan huruf kapital, untuk mempertegas).
Yang ga ada itu adalah ketulusan dalam pembinaan sepakbola bagi usia muda hingga jenjang profesional.
Skill sudah mumpuni tapi pengetahuan bermain bola tidak ada, untuk apa?
Skill dan pengetehuan bermain bola ada tapi secara ekonomi tidak bisa hidup, buat apa?

Kalau semua tertata baik di semua level, jangankan Asia, level dunia Indonesia pasti bisa! Begitu toh?

Mohon koreksi jika saya salah πŸ™‚

Ayo Indonesia Menang!

Tagged , , , , , , , ,
%d bloggers like this: