Kebiasaan Buruk Pengendara Sepeda Motor (II – End)

Melanjutkan bagian pertama, berikut beberapa kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang sering saya temui di jalan raya.

Overload!
Tentu melihat sepeda motor ditumpangi lebih dari dua orang sudah tidak asing lagi bagi masyrakat Indonesia. Rekor terbesar yang pernah saya lihat langsung di jalan raya adalah empat orang. Anak yang lebih besar di depan bapaknya (pengemudi), dan anak yang lebih kecil diantara bapak (pengemudi) dan ibunya (penumpang paling belakang). Motor bebek. Yang lebih membuat ngilu adalah kedua anak tersebut tidak memakai helm! Hello heaven.

Menelepon saat mengemudi
Ini berbahaya karena laki – laki dikenal sebagai mahkluk yang kurang baik dalam hal multitasking, ehm tapi bukan berarti kaum perempuan boleh melakukan ini. Mengendarai kendaraan bermotor itu membutuhkan konsentrasi sedangkan menerima telepon saat mengemudi akan mengurangi konsentrasi. Setelah menerima telepon pun biasanya akan ada dampak yang muncul terhadap cara mengemudi yang mana tergantung kabar berita yang diterima melalui telepon itu. Berharap tidak ada seorangpun yang meminta putus melalui telepon di saat pacarnya sedang mengendarai telepon 🙂 kalau ada, maaf ya.

Terkait dengan poin pertama dalam artikel ini, motor yang mengangkut nyawa empat manusia dengan harga obral itu dikemudikan si bapak sambil bertelepon ria (saat saya melihatnya). Bintang sirkus!

Arogansi ABC
ABC adalah istilah yang baru saja saya buat, artinya: Anak Baru Club. Saya melihat kecenderungan bahwa pengendara sepeda motor yang baru saja bergabung dengan sebuah klub motor mempunyai kecenderungan ugal – ugalan saat berkendara di jalan raya. Rasa bangga yang salah tempat mungkin alasan logis yang dapat saya tebak. Merasa sudah menjadi bagian dari suatu klub motor memunculkan kebanggaan yang meledak dan berimbas pada memacu adrenalin di jalan raya, IMHO. Menurut saya pribadi mestinya anggota klub – klub sepeda motor menjadi contoh bagi pengendara lain di jalan raya dalam hal berkendara.

Tentu masih banyak contoh lain yang dapat disebutkan seperti: tidak ada spion (jangan – jangan mereka alien yang bisa melihat keadaan di belakang mesti tidak mempunyai mata di kepala bagian belakang?).
Contoh lainnya yaitu memakai helm bukan karena kesadaran atas keselamatan diri sendiri tapi lebih karena takut akan surat tilang dari pak polisi. Menanggapi ini saya berasumsi berarti kepala/nyawa para pengendara jenis ini lebih murah dari harga sebuah helm SNI biasa yang sebutlah seharga 400.000.
Terakhir adalah pengendara yang tidak menggunakan sepatu kala berkendara dengan sepeda motor. Terjatuh dari sepeda motor itu tidak enak karena lebih mudah terkena luka karena tidak ada bagian body dari motor yang melindungi tubuh pengendara. Melihat telapak dan punggung kaki yang tidak dibungkus sepatu membuat saya ngilu membayangkan dagingnya terparut aspal jalan saat mengalami kecelakaan di jalan. Semoga tidak ada dari kita yang mengalaminya.

Ada yang mau menambahkan kebiasaan buruk lainnya?

Sebagai penutup saya mau sampaikan sedikit renungan: Apapun sepeda motor anda (Tiger, CBR, Ninja, Vixion, New Megapro, Byson, dll) dan bagaimanapun anda memodifnya, ingatlah kalau tidak tertib di jalan akan membahayakan bagi anda dan pengguna jalan lain. Tidak mau kan merasa bersalah karena “membunuh” seorang bapak yg menjadi tulang punggung bagi istri dan anaknya yang masih kecil misalnya?

Semoga bermanfaat.
Salam.

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: