II

Tulisan ini di dedikasikan untuk medukung timnas U23 Indonesia yang akan bertanding melawan Singapura dalam waktu kurang dari 2 jam lagi di Gelora Bung Karno, Senayan. Pertandingan kedua di Sea Games kali ini. Ayo menang! hehehe. Gairah ini bangkit kembali. Gairah mendukung sepakbola nasional yang meletup saat piala AFF dan sempat meredup karena gonjang ganjing PSSI.

Dalam pekan ini ada hal – hal menarik seputar sepakbola Indonesia yang saya simpulkan menjadi: Talenta sepakbola di Indonesia begitu banyak namun terbengkalai karena kepentingan segelintir orang di PSSI.
Salah ga ya? kalau salah mohon dikoreksi.

Alasan saya berdasarkan fakta loh, begini yang saya cermati.

Dalam pekan ini berhembus kabar bahwa Indonesia All-Star Team  atau IAST menjuarai Intesa Sanpaolo Cup 2011 yang di gelar klub besar AC Milan. Bahkan dalam sebuah “friendly” game IAST mampu mengalahkan Milan Academy dengan skor 3 – 2. Apa ga hebat?
Dari sini saya mengenal nama – nama Sabeg Fahmi Fachrezy, Gavin Kwan Adsit, dan si loper koran Saputra.

Selanjutnya di Gelora Bung Karno, pasukan Garuda Muda melibas Kamboja dengan skor telak, 6 – 0! Memang lawannya dikategorikan lemah dan permainan timnas U23 dalam kacamata saya bukan tanpa cela. Namun tetap saja itu sebuah prestasi tersendiri di samping prestasi sesungguhnya yakni meraih emas Sea Games! hehehe.
Secara skill Patrich Wanggai, Titus Bonai, Andik Vermansyah, Kurnia Mega, Okto Maniani, Egi Melgiansyah, Yongky Ariwibowo, atau Ferdinand Sinaga cukup mumpuni di level Asia (Tenggara).

Kemudian yang terbaru saya dengar kemarin adalah direkrutnya Arthur Irawan oleh Espanyol, tim papan tengah Liga Primera Spanyol. Memang bukan langsung masuk skuad utama namun tetap saja ini kebanggaan tersendiri walau belum tentu Arthur peduli dengan timnas Indonesia nantinya :p

Nah dari ketiga peristiwa pekan ini yang saya sebutkan di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa secara bakat anak – anak Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Kalau ada yang bilang: “masa dari sekian juta rakyat Indonesia masa enggak ada 11 orang yang bisa main bola yang baik?”

Jawabannya: ADA (dengan huruf kapital, untuk mempertegas).
Yang ga ada itu adalah ketulusan dalam pembinaan sepakbola bagi usia muda hingga jenjang profesional.
Skill sudah mumpuni tapi pengetahuan bermain bola tidak ada, untuk apa?
Skill dan pengetehuan bermain bola ada tapi secara ekonomi tidak bisa hidup, buat apa?

Kalau semua tertata baik di semua level, jangankan Asia, level dunia Indonesia pasti bisa! Begitu toh?

Mohon koreksi jika saya salah 🙂

Ayo Indonesia Menang!

Advertisements
Tagged , , , , , , , ,

One thought on “II

  1. nunoo says:

    nih nyambi nonton.. udah 0-1 euy menang atas singapura :mrgreen:
    setuju sama opini di postingan ini..
    kalo aja pembinaan sepakbola usia dini sampe tingkat professional terintegrasi dengan baik.. pasti Indonesia bisa lebih mengaum, bukan cuma di level asia tenggara.
    :mrgreen:

    nitip blog 😛
    http://nunoo.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: