Tag Archives: Tugu Tani

Apa Maksudmu Kawan?

Sampai beberapa menit yang lalu saya masih menerima broadcast message melalui BBM yang isinya bernada mengolok pengemudi kecelakaan di sekitar Tugu Tani Minggu lalu.
Sebelumnya ada beberapa lainnya yang saya baca melalui grup BBM yang intinya sama, mengolok si pengemudi. Di berbagai social media pun dapat dengan mudah temui kalimat atau gambar yang kurang lebih seperti itu. Beberapa kawan terlihat antusias menyebarkan link video kecelakaan tersebut melalui berbagai media. Peristiwa tersebut memang terdengar fenomenal, menabrak pejalan kaki di trotoar jalan, esktasi, dan mengemudi tanpa SIM serta STNK.

Ada hal yang saya tidak mengerti, apa maksud olok-olok dan kalimat tudingan berlebihan terhadap pengemudi itu?
Saya sepakat pengemudi dan rekannya bersalah dan seperti yang banyak kita tahu bahwa dia harus dikenakan tuntutan berlapis. Tidak cukupkah itu semua sampai kita perlu menghukumnya lebih dengan membuat gambar-gambar hasil editan photoshop? Dengan menyebutnya (misal yang saya dapat via BBM) badak betina? Dilain sisi, perlukah kita ikut menyebar video yang direkam beberapa menit setelah kejadian?

Apakah kita sudah lebih benar dari tersangka sehingga merasa pantas ikut menghakimi?
Apakah mengolok-olok fisik pelaku adalah sebuah perbuatan yang simpatik?
Apakah turut menyebarkan video pasca peristiwa membuat kita menjadi seseorang yang hebat?

Saya sih tidak merasa lebih benar dari pelaku dalam berkendara di jalan raya. Mengolok-olok fisik pelaku adalah sesuatu di luar konteks peristiwa itu sendiri, jadi tidak ada alasan untuk menjadikan itu olok-olok. Menyebarkan video membuat saya merasa tidak menghormati korban dan pelaku beserta keluarga, sahabat, dan handai taulannya. Membuat peristiwa itu sebagai sebuah bahan candaan pun saya merasa tidak enak pada keluarga korban dan keluarga pelaku. Dan saya masih terus bertanya apa maksudmu kawan melakukan semua atau satu dari hal-hal di atas?

Saya tidak mengenal pelaku dan tidak mempunyai hubungan apa-apa dan saya tidak mengkonsumsi narkoba. Saya hanya mengajak kita semua berpikir ulang dalam bersikap. Empati.

Maafkan saya jika tulisan saya tidak berkenan.

Semoga bermanfaat. Salam.

Tagged , , ,
%d bloggers like this: