Tag Archives: Podolski

Musim 2012 – 2013

Musim baru liga-liga Eropa sudah memasuki tahap masa transfer. Berdasarkan review, hasil, analisis, dan strategi yang telah dan akan dijalankan maka masing-masing klub akan merekrut pemain baru dari luar klub selain mungkin, seperti Iron Man mengucap maaf kepada superhero lain di The Avangers, mengambil pemain dari youth skuad.

Banyak cara dilakukan oleh masing-masing klub untuk merekrut pemain, dari mulai memantaunya sejak tahun-tahun sebelumnya, melihat performa pemain di Euro 2012, membaca statistik si pemain, sampai “membajak” pemain buruan klub lain.

Sejauh ini ada beberapa transfer pemain yang sudah terjadi, misalnya Marko Marin dan Eden Hazard yang berlabuh di Chelsea.

Kagawa di Manchester United. Ia seperti bagian yang hilang dari Manchester United musim lalu, motor di ruang bakar klub tersebut untuk menghasilkan daya gedor yang lebih mumpuni.

Xherdan Shaqiri di Bayern Muenchen. Dirk Kuyt ke Fenerbah├že. Dengan Jordi Alba ke Barcelona, tiki taka level up jadi Goku Super Saiya tingkat dua. Semakin dahsyat.

Lukas Podolski di Arsenal, Lavezzi ke PSG. Mauricio Isla ke Juventus. Dodo di AS Roma, selama ini ia disebut sebagai Robertos Carlos baru, kita simak saja sepak terjangnya. Gattuso meninggalkan AC Milan menuju FC Sion. Itu beberapa saja, silahkan ditambahkan.

Yang menarik ditunggu adalah bagaimana Manchester City, Paris Saint German, dan Real Madrid akan bergerak di pasar transfer. Manchester City adalah klub yang memiliki ambisi tinggi untuk menjadi klub terbaik, dana tidak menjadi masalah besar. Siapa yang ia mau akan dihargai dengan sangat mahal. Messi mungkin sulit untuk ke Manchester City, namun tidak dengan CR7.

Paris Saint German pun mirip seperti Manchester City, hanya saja mereka terlihat lebih berhati-hati dalam berbelanja.

Sedangkan Real Madrid adalah Los Galacticos, klub yang lebih dari se-dekade lalu menjadi klub yang gemar membeli pemain bintang untuk menyinari stadion Santiago Bernebeu, supernova.

Selain pemain, sosok pelatih juga salah satu faktor X dalam persiapan musim baru. Evaluasi dilakukan dan mengejutkan karena Harry Redknapp ditendang pemilik klub. Penggantinya Andre Villas Boaz lagi-lagi dihadapkan pada tekanan berat. Jika sebelumnya di Chelsea bebannya adalah perlawanan dari para pemain senior ketika rentetan hasil buruk muncul, maka di Spurs adalah setidaknya meneruskan goresan tinta emas Harry. Bila enam pertandingan awal menjadi parameter bagaimana kelanjutan kisah AvB di Spurs maka -berkaca pada musim lalu- tandang ke Newcastle di pertandingan pembuka dan tandang ke Manchester United di pertandingan ke-enam bisa menjadi mimpi buruk baginya. Ujian sesungguhnya adalah di November, tandang ke Manchester City, tandang ke Arsenal, dan menjamu Liverpool.

Di Barcelona tekanan yang sama akan dirasakan oleh pelatihnya yang baru, Tito Vilanova. Mantan pelatih Barcelona B ini tentu digayuti harapan besar untuk dapat meneruskan sepak terjang Guardiola. Sekilas mestinya Vilanova tidak akan menemui kesulitan berarti meneruskan tiki taka Guardiola karena ia ada dekat dengan Pep selama pelatih karismatik itu menangani Iniesta dan kawan-kawan.

Pelatih anyar di klub lainnya adalah Brendan Rodgers di Liverpool. Ia diharapkan membangun pondasi permainan dan sumber daya pemain muda yang kokoh sekaligus meraih hasil yang cukup bagus musim depan. Managemen Liverpool sepertinya ingin membangun Liverpool dari dasar.

Sementara itu melihat kiprah Di Matteo di Chelsea dan Andrea Stramaccioni di Inter Milan menjadi keasyikan tersendiri. Mereka musim lalu tidak memulai dari awal namun mencapai raihan yang dinilai cukup bagus sehingga dipercaya untuk melanjutkan di musim ini. Sebaik apa mereka mampu menahkodai perahu klubnya masing-masing? Jika tidak salah mengingat, pemilik perahu mereka adalah orang yang cukup mudah berpaling ke lain hati jika menurutnya laju kapal melenceng dari jalur juara.

Selamat datang musim 2013, let the best team win!

Advertisements
Tagged , , , , , , , ,
%d bloggers like this: