Category Archives: Film

Elementary Sherlock

Saya baru agak mengenal dan gandrung pada tokoh Sherlock Holmes setelah mengikuti mini series Sherlock yang ditayangkan salah satu stasiun televisi luar negeri. Mini seri ini dibintangi Benedict Cumberbatch sebagai Sherlock Holmes, dan Martin Freeman sebagai John Watson. Bukan film layar lebar Sherlock Holmes di 2009 yang dibintangi oleh Robert Downey Jr. dan Jude Law yang membuat saya gandrung pada Sherlock.

Sherlock merupakan mini seri adaptasi dari novel aslinya, kita akan melihat hal-hal modern yang ada di sekitar kita saat ini di dalamnya. Tentu saja itu berarti kita tidak akan melihat kereta kuda sebagai kendaraan sehari-hari orang-orang dalam film itu, misalnya.

Dalam setiap season-nya (musim tayang) serial ini hanya ada tiga atau empat episode dan Januari nanti season tiga akan tayang. Saya sangat menyarankan untuk menonton serial ini. Saya berani katakan bahwa untuk saya sendiri, mini seri Sherlock ini lebih menarik daripada film layar lebar yang mengangkat tokoh Sherlock Holmes yang dibintangi Robert Downey Jr. Di IMDb mini seri Sherlock ini memiliki rating di atas 9, wow.

Di masa penantian hadirnya mini seri Sherlock season tiga, muncul serial Elementary. Serial adaptasi tentang seorang Sherlock Holmes. Para penggemar Sherlock Holmes pun (khususnya penggemar mini seri Sherlock) mengamati serial ini. Penggemar Sherlock menemukan kekecewaan pada Elementary. Terlalu ‘ringan’ menurut mereka. Hal ini kemudian dimaklumi karena genre stasiun televisi yang menyiarkannya memang mempunyai karakter yang berbeda. Ibarat kata, anda tidak akan melihat sinetron di Metro TV dan sebaliknya anda tidak akan melihat serial yang ada di Metro akan tayang di RCTI.

Hal lain yang sempat cukup intens dibahas di forum dalam serial Elementary adalah tentang John Watson, partner sejati Sherlock Holmes. Di serial ini tidak ada laki-laki yang sering direpotkan oleh Sherlock Holmes itu, namun ada tokoh Joan Watson dalam Elementary ini. Dari namanya kita tentu menduga bahwa tokoh ini adalah seorang perempuan 🙂
Adaptasi yang agak nyeleneh karena setahu saya partner Sherlock adalah seorang laki-laki.

Maka saya yang ‘dibesarkan’ dengan gaya mini seri Sherlock merasakan kejanggalan yang cukup ketika menyimak episode satu serial Elementary. Setelah menonton lima episode pertamanya ternyata Elementary cukup menarik untuk disaksikan sebagai tontonan.

Jika anda belum menonton Sherlock dan Elementary coba lihat penggalan adegannya di youtube siapa tahu anda tertarik.

Advertisements

Dua Rasa Spiderman

Spiderman vs The Amazing Spiderman dalam 2 film yang berbeda sudah cukup lama beredar untuk ditonton. Sudahkah anda menonton keduanya?

Spiderman sebagai pembuka trilogi film yang di sutradarai Sam Raimi menyodorkan Tobey Maguire dan Kirsten Dunst sebagai pemeran dua tokoh utama, Spiderman (Peter Parker) dan Mary Jane Watson, sukses menggaungkan kalimat ‘with great power comes great responsibility’ ke manca negara di tahun 2002. Dua film selanjutnya menjadi pengokohan bahwa Spiderman versi film adalah Tobey Maguire. Tobey adalah Spiderman versi film, tidak ada yang lain.

Lalu di tahun 2012 setelah melewati serentetan proses di balik layar muncul The Amazing Spiderman, tanpa Sam Raimi, tanpa Tobey Maguire, dan tanpa Kirsten Dunst. Mengejutkan. Tanpa tiga pilar, bisa apa? begitu kira-kira pemikiran orang-orang. Setidaknya itu pertanyaan saya.

The Amazing Spiderman di sutradarai oleh Marc Webb. Karya beliau yang saya tahu sebelumnya adalah (500) Days of Summer (Zooey Deschanel, Joseph Gordon-Levitt).

Sebagai pemeran Spiderman dan Peter Parker adalah Andrew Garfield. Siapa dia?! bisa apa?! Bahkan di The Social Network saja saya tidak sadar ia bermain sebagai Eduardo Saverin. Well mungkin karena saya terlalu sibuk memperhatikan akting Justin Timberlake 🙂

Ayolah, Tobey adalah Spiderman versi film dan Spiderman versi film adalah Tobey. Sulit menerima bahwa kali ini orang lain yang memerankan. Dua puluh menit menonton The Amazing Spiderman, anggapan saya di atas mulai goyah. Setelah selesai menonton anggapan saya di atas pupus. Andrew Garfield sukses menghadirkan Spiderman/Peter Parker yang berbeda. Mana yang lebih baik? tidak ada. Keduanya sama baik menurut saya, Spiderman/Peter Parker yang berbeda rasa tapi satu jiwa. Saya apresiasi Andrew Garfield dengan baik.

Bagi saya yang bukan fans sejati Spiderman awalnya bingung mengapa ada Mary Jane dan Gwen Stacy. Bukankah Spidey girl itu hanya Mary Jane? apakah Gwen Stacy hanya tokoh baru untuk film dan tidak pernah ada sebelumnya dalam komik? Ternyata tidak. Gwen adalah kekasih Peter Parker kala masa SMU dan Mary Jane adalah kekasih Peter semasa kuliah. Jadi Kirsten Dunst tidak dapat dibandingkan dengan Emma Stone dalam film Spiderman ini karena mereka berdua mempunyai peran berbeda. Saya tertarik dengan Emma Stone setelah menonton Easy A. Saya tidak menonton The Help, walau menurut banyak orang itu adalah film yang bagus. Emma Stone adalah alasan pertama saya untuk menonton The Amazing Spiderman. Dalam versi komiknya saya tidak tahu siapakah yang akhirnya bersanding dengan Peter Parker pada akhirnya, namun jika mengacu pada dua karakter di dua film ini maka saya lebih mendukung Peter bersama Gwen Stacy 🙂

Kehebatan film The Amazing Spiderman dan kemampuan Andrew Garfield memerankan tokoh Peter Parker/Spiderman dengan baik tentu tidak lepas dari jasa Marc Webb itu sendiri. Marc Webb berhasil menyajikan tontonan yang berbeda dari apa yang ditawarkan Sam Raimi dengan trilogy-nya. Marc tidak terbawa gaya Sam Raimi, Marc tidak mencontek gaya Sam Raimi, ia memberi warna yang berbeda. Usaha yang luar biasa mengingatkan apa yang dihasilkan Sam Raimi sudah begitu lekat bagi penonton. Menawarkan rasa yang berbeda ketika orang-orang yang dilayani sudah terbiasa dengan suatu rasa dan kemudian orang-orang itu menerima rasa baru itu adalah sebuah usaha yang sangat patut diacungi dua jempol.

Kita tunggu akan seperti apa Spiderman karya Marc Webb di 2014.

Tagged , , , , , , ,

Manchester United 1st Game

Hasilnya tentu sudah pasti, Manchester United kalah 0-1 dari klub asuhan David Moyes, Everton. Tidak ada poin yang bisa diraih klub peringkat dua musim lalu ini sementara juara bertahan musim lalu menunjukkan permainan luar biasa setelah memetik kemenangan dramatis atas Southampton.

Saya ingin mengupas lini per lini dimulai dari kiper. Formasi yang dipakai 4411.

David De Gea menunjukkan kelasnya pada pertandingan itu, utamanya di babak pertama. Beberapa penyelamatan gemilang dilakukannya untuk melindungi gawang dari serbuan lawan. Meski akhirnya kebobolan di babak kedua, De Gea bukanlah pemain yang bisa disalahkan pada kekalahan itu. Lindegaard pasti semakin cemas dengan eksistensinya di Manchester United karena performa yang ditampilkan saingannya anak muda asal Spanyol tersebut.

Rentetan cedera yang terjadi pada pemain belakang membuat Carrick dimainkan menjadi bek tengah. Satu gol kemenangan Everton terjadi karena Carrick tidak mampu menahan Fellaini yang bergerak menyundul bola sepak pojok. Namun Carrick tidak dapat disalahkan, mengingat sejatinya ia tidak memenuhi banyak persyaratan fisik dan kemampuan bak seorang bek tengah.
Secara menyeluruh barisan pertahanan Setan Merah bermain buruk, jika bukan karena keberuntungan dan ketrampilan De Gea maka lebih dari satu gol pasti akan bersarang di tim asuhan Sir Alex Ferguson. Valencia tidak terlalu baik menjaga areanya, Vidic belum bermain baik (mungkin karena cedera selama nyaris setahun), Evra bermain buruk. Secara khusus saya khawatir dengan permainan Evra dari waktu ke waktu. Buruk dalam bertahan ataupun menyerang. Semoga Alexander Buttner yang segera bergabung menjadi solusi untuk sisi kiri pertahanan.

Peter Schemeichel dalam twitnya di paruh babak pertama mengingatkan agar Manchester United mencari cara untuk mematikan Fellaini, saya sepikiran dengannya. Malam itu Fellaini adalah Peter Crouch 2.0, versi yang lebih sempurna dari versi sebelumnya. Lebih berteknik, lebih bertenaga, dan lebih bergerak. Bila Peter Crouch saja sudah mampu merepotkan barisan pertahanan United, apalagi Fellaini. Beruntung hanya satu gol yang bersarang di gawang yang dikawal De Gea.

Duo pemain tengah Scholes dan Cleverley kurang mantap melapis pertahanan dan memainkan bola untuk memulai serangan. Scholes terlalu lambat bergerak, Cleverley tidak banyak membantu karena dia sendiri sudah disibukkan menutup bagiannya. Tadinya saya berpikir duo ini tidak ada dan digantikan dengan trio, dimana Kagawa ada di antara mereka. Scholes dan Cleverley lebih fokus melapis pertahanan dan Kagawa melakukan serangan. Kombinasi umpan di antara mereka bertiga rasanya akan cukup baik untuk memulai skema penyerangan. Hal itu terlihat dalam pertandingan semalam, Scholes dan Kagawa beberapa beberapa kali melakukan sentuhan satu dua. Pun Kagawa dan Cleverley.
Welbeck menjadi sayap kiri dan saya menilai dia bermain cukup baik. Entah apa alasan Sir Alex menggantinya, karena saya melihat dia dapat menjadi trisula maut bersama Rooney dan Van Persie di lini depan. Nani adalah pemain terburuk Manchester United pada pertandingan ini. Gocekan mandek, umpan silang buruk, dan mendapat kartu kuning di menit-menit awal. Jika ada klub yang berminat pada dia di harga 15 jutaan, menurut saya Manchester United harus melepasnya. Dengan sikapnya permainan tim jadi terganggu. Semoga saya salah. Ashley Young dan Valencia boleh menjadi sayap dan hasil uang hasil penjualan Nani dapat dipakai untuk membeli pemain sayap lain.

Rooney sebagai pencetak gol terbanyak bagi tim musim lalu tidak boleh bermain seperti pada pertandingan ini. Beberapa kali kehilangan bola dan salah umpan. Pemain yang menurut saya layak menjadi kapten United 2 atau 3 tahun ke depan ini harus segera memperbaiki performanya. Kombinasi satu dua-nya dengan Kagawa beberapa kali berjalan baik, namun hanya saja beberapa kali itu tidak cukup. Kagawa bermain cukup baik dan menjanjikan sebagai pemain baru.

Ketika Van Persie masuk mestinya Nani yang ditarik keluar, sehingga di lini depan menjadi Rooney di kanan, Persie di kiri, dan Welbeck di tengah. Namun lagi-lagi SAF menurut saya membuat kesalahan dalam situasi panik karena teringgal. Inti masalah permainan United malam itu ada di Nani namun justru dia yang dimainkan lebih lama ketimbang Welbeck. Saya masih ingat ada sebuah akun bola di twitter menyatakan bahwa jika dalam performa terbaiknya Nani bisa menjadi senjata yang mematikan namun sebaliknya ia menjadi perusak permainan tim, malam itu Nani menjadi yang terakhir.

Tidak ada juru selamat dalam pertandingan kemarin, tidak juga Van Persie, pemain yang digadang-gadang sebagai missing piece dari lini depan United.

Malam itu hanya ada sedikit percikan harapan dari permainan Kagawa dan De Gea.

Be better next game!

 

The Lorax (And Me)

Dr. Seuss, The Lorax, siapa sudah menonton film ini? Saya baru saja beberapa hari lalu selesai menontonnya. Inti ceritanya adalah ulah “merusak” seorang bocah yang mencari pohon hidup/asli demi memenangkan hati perempuan yang ditaksirnya. Saya memberi tanda kutip di kata merusak, mengapa? tonton sendiri filmnya dan saya yakin anda akan mengerti. Seperti biasa saya tidak ingin mengurangi kenikmatan anda menyaksikan sebuah film karena tanpa sengaja membaca detail ceritanya di sini.

Saya sendiri belum membaca buku asli The Lorax ini sehingga saya tidak dapat memberikan pendapat tentang perbandingan versi buku dan versi filmnya. Yang pasti jika saya berumur enam atau tujuh tahun maka film ini adalah film yang menyenangkan untuk ditonton sambil mengunyah camilan. Apalagi kakak Taylor Swift turut mengisi suara dalam film ini.

Yang menarik saya di film ini adalah karena ada satu konsep dalam cerita The Lorax ini yang sama dengan apa yang saya pikirkan sejak beberapa tahun belakangan. Bacalah kalau tertarik.

Perkembangan jaman selalu menghasilkan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah pencemaran udara. Seperti yang divisualisasikan dalam beberapa film yang bertema masa depan kita dapat melihat bahwa ada gambaran bahwa masa depan mempunyai sisi suram yakni lingkungan yang rusak. Udara bersih dan segar seperti di daerah Lembang saat ini sulit didapatkan. Nah untuk itu saya pernah berpikir sejak sedini mungkin “menangkapi” udara-udara segar tersebut dan menyimpannya dalam tempat penyimpanan yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu menjaga kesegaran udara yang ada di dalamnya.

Beberapa puluh tahun kemudian ketika lingkungan sudah semakin rusak dan pohon semakin hilang serta udara semakin tipis maka saya dapat menjual udara segar dalam tempat penyimpanan saya kepada banyak orang dalam bentuk seperti air mineral dalam kemasan saat ini. Tentu harganya tidak murah.

“Di jual, udara segar tahun 2012, asli diambil dari dataran tinggi Lembang Bandung, Indonesia

Begitu barangkali salah satu tulisan yang tercetak dalam label kemasan udara yang dijual.

Di saat itu siapapun yang menanam pohon akan saya hancurkan. Loh, kok jadi seperti seseorang yang dikenal ya? Jika anda sudah menonton film ini, pasti anda tahu.

 

Link bacaan lain :

Link 1

Link 2

 

Tagged , , , , ,

Euro 2012 Result Update!

Seluruh peserta group A selesai menjalani pertandingan pertama.
Tuan rumah Polandia diimbangi Yunani dengan masing-masing tim mencetak satu gol.
Sementara Rusia melumat Ceko dengan empat gol dan hanya kemasukan satu gol.

Nah, Rusia masih seperti tebak-tebakan saya di posting sebelumnya akan lolos dari babak penyisihan group ini. Sedangkan Ceko yang saya prediksi akan mendampingi Rusia akan mendapat perlawanan keras dari Yunani. Penentuannya adalah di saat kedua tim bertemu, pemenangnya akan mendampingi Rusia. Polandia prediksi saya maksimal tiga poin dari tiga hasil seri.

[Movie Review] Eight Below

Akhir pekan ini saya berkesempatan menuntaskan film Eight Below yang dibintangi Paul Walker yang terkenal karena film Fast And Furious (setidaknya bagi saya). Eight Below bukan film baru, ia diproduksi tahun 2006 oleh Disney dan diinspirasi oleh kisah nyata.

Menurut saya film ini biasa saja secara keseluruhan kecuali satu hal, dan itu memaksa saya untuk menonton film ini sampai selesai. Bagi anda penggemar anjing saya rasa anda akan menyukai film ini sama seperti saya. Saya sudah membuktikannya pada satu orang penggemar anjing dan itu terbukti. Terlebih jika anda menggemari jenis Siberian Husky.

Dengan setting cerita di salah satu ujung bumi yang senantiasa tertutup salju maka dalam film ini anda akan banyak melihat salju. Saya memberi rating 6 dari 10 untuk film ini. Jika anda penggemar anjing dan mencari tontonan ringan, film ini adalah pilihan yang baik untuk anda saksikan.

Semoga bermanfaat. Salam.

Tagged
%d bloggers like this: