The Red Devil Is In Red Alert

Ketika menyaksikan Manchester United melakukan laga tandang melawan Southampton di Minggu malam waktu Indonesia Barat saya terpikirkan berapa hal dan jika disimpulkan maka hasilnya menjadi judul tulisan ini. Dalam konteks bagi internal klub, red alert yang dimaksud mempunyai makna yang baik dan sebaliknya. Saya akan memulai dengan yang baik.

Mampu menang dalam waktu 94 menit setelah sebelumnya sempat tertinggal dua kali dan diwarnai insiden penalti yang gagal adalah karakter juara yang seharusnya selalu ada di Manchester United. Terlebih lagi mereka melakukan ini dalam pertandingan melawan tim tuan rumah yang tampil ngotot meraih kemenangan di hadapan pendukungnya di stadion St. Marry. Ketika asa pendukung The Red Devil untuk melihat tim kesayangannya dapat meraih tiga poin sudah semakin tipis dan ketika pencomooh sudah menyiapkan bom celaan, tim ini bangkit dan membalikkan keadaan. Persis seperti ketika mereka meraih treble di tahun 1999. Jika mental bermain seperti ini terus ada dalam tim sepanjang musim maka peluang untuk meraih gelar juara liga akan semakin besar, pun demikian dengan peluang menjadi juara diberbagai kejuaraan domestik atau Eropa. Red Alert dikirimkan Manchester United ke lawan-lawannya.

Red Alert lainnya adalah kebalikan dari yang baik.

Robin Van Persie mencetak hattrick sebenarnya adalah hal yang biasa, kualitasnya sebagai salah satu striker tajam di dunia sudah tidak diragukan. pertanyaannya adalah jika saja Van Persie tidak bermain dalam pertandingan itu, akankah Manchester United meraih tiga gol guna meraih tiga poin? Rooney cidera, namun jika pun tidak, melihat performa ‘Shrek’ di dua pertandingan sebelumnya, dia membutuhkan waktu untuk menjadi striker gempal berambut lebat yang ditakuti bek dan kiper lawan seperti musim lalu. Atau dapatkah kita berharap pada Welbeck? Chicarito? Atau Berbatov yang sedianya tidak akan dijual jika Van Persie tidak datang ke United? Jawabannya tidak.

Dikalangan pengolok United berhembus julukan baru untuk tim ini setelah pertandingan melawan Southampton itu, Van Persie United. Julukan yang muncul karena mereka menilai United musim ini akan menjadi Arsenal musim lalu yang sangat bergantung pada Robin dari Belanda. Julukan yang ada benarnya karena si kaki kaca ini kini mulai menjadi andalan tim untuk membobol gawang lawan. Bagaimana jika musim ini cideranya sering kambuh? Atau jika sejak pertandingan keempat, ia cidera panjang? Red Alert.

Jika dianalogikan dengan superhero Batman, maka awalnya adalah Robin is now in Wayne’s manor. Robin Van Persie datang ke ‘istana’ Wayne Rooney untuk kemudian mereka bersama-sama memenangkan pertempuran melawan setiap musuh. Ingat, tokoh utama adalah Wayne Rooney. Bagaiamana jika Robin yang dengan kualitasnya tidak mau hanya menjadi sekedar tokoh pendamping? Bagaimana Wayne menyikapi kenyataan bahwa sanjungan fans mulai beralih darinya menuju Robin? Jika kemudian Manchester United menjadi Robin’s manor, ini adalah Red Alert selanjutnya untuk The Red Devil di musim ini.

Duo Rio Ferdinand dan Kapten Nemanja Vidic semestinya adalah jaminan bagi De Gea atau Lindegaard bahwa tugas mereka akan jadi lebih mudah untuk berlomba-lomba membuat cleen sheet di musim ini. Dalam pertandingan melawan Southampton kemarin, dan pertandingan sebelumnya di musim ini, hal itu seperti gosip murahan tayangan TV yang dimunculkan hanya untuk memenuhi durasi. Duo terbaik Manchester United gagal memberikan jaminan pertahanan yang kokoh? Red Alert.

Begitulah Red alert the Red Devil

Advertisements
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: