Manchester United 1st Game

Hasilnya tentu sudah pasti, Manchester United kalah 0-1 dari klub asuhan David Moyes, Everton. Tidak ada poin yang bisa diraih klub peringkat dua musim lalu ini sementara juara bertahan musim lalu menunjukkan permainan luar biasa setelah memetik kemenangan dramatis atas Southampton.

Saya ingin mengupas lini per lini dimulai dari kiper. Formasi yang dipakai 4411.

David De Gea menunjukkan kelasnya pada pertandingan itu, utamanya di babak pertama. Beberapa penyelamatan gemilang dilakukannya untuk melindungi gawang dari serbuan lawan. Meski akhirnya kebobolan di babak kedua, De Gea bukanlah pemain yang bisa disalahkan pada kekalahan itu. Lindegaard pasti semakin cemas dengan eksistensinya di Manchester United karena performa yang ditampilkan saingannya anak muda asal Spanyol tersebut.

Rentetan cedera yang terjadi pada pemain belakang membuat Carrick dimainkan menjadi bek tengah. Satu gol kemenangan Everton terjadi karena Carrick tidak mampu menahan Fellaini yang bergerak menyundul bola sepak pojok. Namun Carrick tidak dapat disalahkan, mengingat sejatinya ia tidak memenuhi banyak persyaratan fisik dan kemampuan bak seorang bek tengah.
Secara menyeluruh barisan pertahanan Setan Merah bermain buruk, jika bukan karena keberuntungan dan ketrampilan De Gea maka lebih dari satu gol pasti akan bersarang di tim asuhan Sir Alex Ferguson. Valencia tidak terlalu baik menjaga areanya, Vidic belum bermain baik (mungkin karena cedera selama nyaris setahun), Evra bermain buruk. Secara khusus saya khawatir dengan permainan Evra dari waktu ke waktu. Buruk dalam bertahan ataupun menyerang. Semoga Alexander Buttner yang segera bergabung menjadi solusi untuk sisi kiri pertahanan.

Peter Schemeichel dalam twitnya di paruh babak pertama mengingatkan agar Manchester United mencari cara untuk mematikan Fellaini, saya sepikiran dengannya. Malam itu Fellaini adalah Peter Crouch 2.0, versi yang lebih sempurna dari versi sebelumnya. Lebih berteknik, lebih bertenaga, dan lebih bergerak. Bila Peter Crouch saja sudah mampu merepotkan barisan pertahanan United, apalagi Fellaini. Beruntung hanya satu gol yang bersarang di gawang yang dikawal De Gea.

Duo pemain tengah Scholes dan Cleverley kurang mantap melapis pertahanan dan memainkan bola untuk memulai serangan. Scholes terlalu lambat bergerak, Cleverley tidak banyak membantu karena dia sendiri sudah disibukkan menutup bagiannya. Tadinya saya berpikir duo ini tidak ada dan digantikan dengan trio, dimana Kagawa ada di antara mereka. Scholes dan Cleverley lebih fokus melapis pertahanan dan Kagawa melakukan serangan. Kombinasi umpan di antara mereka bertiga rasanya akan cukup baik untuk memulai skema penyerangan. Hal itu terlihat dalam pertandingan semalam, Scholes dan Kagawa beberapa beberapa kali melakukan sentuhan satu dua. Pun Kagawa dan Cleverley.
Welbeck menjadi sayap kiri dan saya menilai dia bermain cukup baik. Entah apa alasan Sir Alex menggantinya, karena saya melihat dia dapat menjadi trisula maut bersama Rooney dan Van Persie di lini depan. Nani adalah pemain terburuk Manchester United pada pertandingan ini. Gocekan mandek, umpan silang buruk, dan mendapat kartu kuning di menit-menit awal. Jika ada klub yang berminat pada dia di harga 15 jutaan, menurut saya Manchester United harus melepasnya. Dengan sikapnya permainan tim jadi terganggu. Semoga saya salah. Ashley Young dan Valencia boleh menjadi sayap dan hasil uang hasil penjualan Nani dapat dipakai untuk membeli pemain sayap lain.

Rooney sebagai pencetak gol terbanyak bagi tim musim lalu tidak boleh bermain seperti pada pertandingan ini. Beberapa kali kehilangan bola dan salah umpan. Pemain yang menurut saya layak menjadi kapten United 2 atau 3 tahun ke depan ini harus segera memperbaiki performanya. Kombinasi satu dua-nya dengan Kagawa beberapa kali berjalan baik, namun hanya saja beberapa kali itu tidak cukup. Kagawa bermain cukup baik dan menjanjikan sebagai pemain baru.

Ketika Van Persie masuk mestinya Nani yang ditarik keluar, sehingga di lini depan menjadi Rooney di kanan, Persie di kiri, dan Welbeck di tengah. Namun lagi-lagi SAF menurut saya membuat kesalahan dalam situasi panik karena teringgal. Inti masalah permainan United malam itu ada di Nani namun justru dia yang dimainkan lebih lama ketimbang Welbeck. Saya masih ingat ada sebuah akun bola di twitter menyatakan bahwa jika dalam performa terbaiknya Nani bisa menjadi senjata yang mematikan namun sebaliknya ia menjadi perusak permainan tim, malam itu Nani menjadi yang terakhir.

Tidak ada juru selamat dalam pertandingan kemarin, tidak juga Van Persie, pemain yang digadang-gadang sebagai missing piece dari lini depan United.

Malam itu hanya ada sedikit percikan harapan dari permainan Kagawa dan De Gea.

Be better next game!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: