Untuk Seorang Teman Dan Kita Semua

Semalam ketika saya siap untuk merebahkan tubuh untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas sebuah pesan masuk ke dalam telepon seluler yang memberitahu seorang teman baru saja meninggal dunia. Dia adalah seorang yang luar biasa. Seorang teman yang baik sekaligus rekan kerja yang handal.

Pikiran saya melayang ke sepuluh tahun silam saat saya bekerja bersama dia dan banyak berinteraksi dengan dirinya. Tulisan ini terinspirasi dari momen kembalinya dia kepada Sang Maha.

Ada banyak masa yang terjadi antara seseorang dan teman-teman sebayanya.
Misalnya masa di lulus SMA dan mencari tempat kuliah. Orang tersebut dan teman-teman sebaya umumnya dihadapkan pada pertanyaan: kuliah dimana? jurusan apa? dan sebagainya. Semakin prestise universitas yang saya dapatkan, semakin bangga rasanya.

Ada masa dimana saya dan teman-teman sebaya satu per satu menjejak usia tujuh belas atau sweet seventeen. Semakin bingar perayaannya, semakin merasa yang terbaik diantara teman lainnya.

Ada masa lulus kuliah, ada masa pertama kali bekerja, dan ada masa dimana bertubi undangan resepsi pernikahan datang menghampiri, adapula masa seseorang dan teman-teman sebayanya kedatangan junior-juniornya. Saya menyebut semua masa itu sebagai masa potensial mengisi hidup. Kalaupun ada satu masa gagal dilewati dengan sukses tapi di waktu ke depan selalu ada waktu untuk mencoba lebih baik dengan cara lain meski tidak dapat mengulang hal yang sama.

Suatu saat nanti akan ada masa seseorang dengan teman-teman sebayanya memasuki masa pergi dari dunia. Mendengar si A sudah berpulang karena suatu hal, mendengar si B sudah berpulang karena suatu penyakit, dan seterusnya. Masa yang menjadi akhir petualangan sebuah hidup. Masa yang tidak pernah diketahui pasti kapan datangnya dan dengan cara seperti apa, yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan diri sedini mungkin agar ketika masa itu tiba maka adalah yang terbaik yang sudah dipersembahkan dalam hidup dan kehidupan ini. Tidak ada penyesalan.

Teman saya yang meninggal kemarin malam adalah seseorang yang mempunyai hidup yang berkualitas. Baik sebagai teman bagi saya dan teman-teman lainnya, sebagai atasan bagi karyawannya, sebagai suami dari istrinya, sebagai anak dari ayah dan ibunya, sebagai abang dari adik-adiknya, dan sebagai apapun perannya di dalam hidupnya. Satu hal yang tidak akan saya pernah lihat adalah perannya sebagai ayah bagi anak-anaknya, namun saya percaya seandainya kesempatan itu ada ia pasti menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.

Selamat jalan kawan.

Advertisements
Tagged ,

2 thoughts on “Untuk Seorang Teman Dan Kita Semua

  1. Dr.Feelgood says:

    Turut Berduka Cita, Semoga Almarhum diterima di sisiNya. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: