[Ide] Automatic Sign Off

Saat berkendara baik di jalan raya atau sekedar di gang biasa akhir-akhir ini saya sering memperhatikan banyak pengendara sepeda motor lupa mematikan lampu sign/sein-nya setelah selesai digunakan. Pemahaman saya dengan kata “selesai digunakan” itu adalah setelah berbelok sesuai arah yang ditunjukkan oleh lampu sein/sign kendaraan termaksud. Terlihat sepele memang untuk mematikan kedipan lampu berwarna kuning itu tapi apa yang sepele tekadang dapat pula menyebakan sesuatu yang fatal dan tentu tidak kita harapkan. Benarkan?

Apa yang saya lakukan kemudian adalah jika memungkinkan mengingatkan pengendara tersebut untuk mematikan lampu sign/sein yang dengan manisnya terus berkedip untuk saya yang ada di belakangnya. Syukur masih banyak yang tidak keberatan diberitahu dan lalu mematikan lampu sign/sein-nya. Jika ada yang keberatan, saya tidak paham juga sih hehehe 😀

Suatu saat dalam alam pikir saya berkhayal seperti ini:

Saya: “Bro, lampu seinnya masih hidup. Boleh dimatikan?”

Bro Ganteng: “Bawel! motor-motor gua!”

Ya sudah, saya tidak mau cari ribut. Kemudian saya menurunkan kecepatan dan mencari posisi di belakang bro ganteng tadi dan terus menempelnya di belakang. Lalu saya mulai belajar mengingat sandi morse dengan klakson standart saya.

Tin…tinnn..tin..tin. Tinnnn…tin…tin…tin…tinnnn..tin.tin.tin. Terus demikian sampai si Bro Ganteng menurunkan kecepatannya dan mensejajarkan motornya dan menegur saya:

Bro Ganteng: “Bos, ada masalah?!”

Saya: “Ga kok. Santai aja.” (Sambil terus memainkan sandi morse dengan klakson)

Bro Ganteng: “Lo kenapa sih?! BERISIK KALEE!”

Saya: “Santai bro, motor-motor gua ini” (Sandi morse klakson terus bunyi sambil saya tersenyum).

Bro: “Iya, tapi lo berisik! ganggu kuping tau!”

Saya: “Sign/sein lo juga tadi ganggu mata dan konsentrasi gua bro. Klakson gua yang bunyi tanpa maksud apa-apa dan sign/sein lo yang terus ngedip tanpa maksud berbelok/pindah arah sama-sama ganggu kenyamanan berkendara. Ga ada bedanya kan?”

Akhirnya dialog dalam khayalan saya tadi disudahi dengan menepi di sebuah warung kecil. Merokok dan ngopi bareng bro ganteng tadi 🙂

Ah ngelantur, balik ke inti tulisan.

Nah berawal dari beberapa pengendara yang lupa mematikan sign/sein itu saya bertanya kenapa tidak di sepeda motor juga di buat seperti halnya sign/sein di mobil-mobil yang ada sekarang? Sign/sein akan padam jika sudah berbelok. Agak butuh penyesuaian lebih tentunya karena tidak selamanya motor berbelok dengan membelokkan stang kan? Nah itu mah PR buat pabrikan lah, saya cuma kasih ide awal saja biar mereka atau siapapun yang punya kemampuan yang mengembangkannya 🙂

Jika saat ini fitur AHO sudah mulai diaplikasikan, kenapa tidak mulai dikembangkan sistem ASO (bukan asu ya :p ) ini.

Advertisements
Tagged , , , , ,

2 thoughts on “[Ide] Automatic Sign Off

  1. Dismas says:

    Kayaknya si kalo untuk motor, mending pas lagi sein, ada bunyinya (tapi jangan keras – keras)… biar inget kalo sein masih nyala… hehehe 😆 .

    Jangan” atpm di Indonesia mikir kayak gini : “halah, ngapain masukin motor bagus nan hi – tech, lha wong nyalain matiin sein aja belum lancar” 👿 wkwkwkwkwkwk…

    • ubrium says:

      hahahaha…dengan kata lain atpm mikir: buat apa ribet2 sih? yg penting laku, wong pada dudul ini yg beli. gitu?
      ah, semoga saya salah.
      btw sein yang bunyi seru juga, kayak truk yg mundur juga bunyi2 kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: