#PublicTransportDay

Percaya deh saya menuliskan ini bukan karena sebel sama goweser yang beberapa diantaranya suka menerobos lampu merah dan atau tidak memakai perlengkapan keselamatan yang memadai, tujuannya semata hanya mau coba sumbang saran untuk sesuatu yang lebih baik hehehe.

Bukan ide  sepeda goweser kalau bisa dipasang spion dan sein yang akan saya tuliskan di sini, walaupun ide ini pernah terlintas di kepala saya beberapa waktu lampau untuk keselamatan dan kenyamanan goweser sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Seperti kita ketahui di beberapa ruas jalan ibukota negara ini (juga di beberapa kota besar lainnya) dalam waktu – waktu tertentu di akhir pekan diberlakukan Car Free Day sistem, tujuannya kalau saya tidak salah adalah berkaitan dengan menjaga kesehatan udara dan menekan penggunaan konsumsi bahan bakar. Seru melihat jalan utama kosong dari kendaraan bermotor pribadi dan disesaki oleh goweser yang menikmati udara pagi nan segar dengan rekan, keluarga, atau kekasih. Sedih juga tapinya melihat jalan – jalan di seputar jalan yang dikenakan sistem Car Free Day, kenapa? karena menjadi tempat “penampungan” kendaraan – kendaraan bermotor pribadi yang sedianya akan melintasi jalan yang tengah Car Free Day-kan. Macetnya menjadi – jadi. Di beberapa juga bagian dipakai untuk parkir kendaraan orang – orang yang tengah ber-Car Free Day.

Well sekali lagi tulisan ini bukan kritik terhadap goweser atau sistem Car Free Day ya 🙂

Ide ini melintas saya berada di salah satu ruang meditasi pagi saya, tentang #Public Transport Day. Apa sih itu? dari namanya sudah jelas terbaca maksudnya yakni hari dimana di ruas jalan tertentu hanya boleh dilintasi oleh kendaraan umum (bus, taksi, angkot, kopaja, metro mini, dll). Lah Car Free Day-nya di hapus maksudnya? ya ga dong, justru ini sebagai pelengkap Car free Day. Idealnya sih pemerintah sediain deh tuh kendaraan umum yang jumlahnya memadai, nyaman, dan pilot serta co-pilotnya yang ramah biar masyarakat senang menjalankan kegiatan ini. Kalau masyarakat dah senang lalu semoga deh kita semua terbiasa naik kendaraan umum. Di satu sisi program ini juga mestinya bisa dipakai oleh pemerintah untuk pelan – pelan memperkuat sarana transportasi publik untuk masyarakat.

Menurut anda bagaimana?

#maaf tanpa gambar

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: