Lensa Turing

Jakarta – Teluk Kilauan (Lampung)

30 September – 2 Oktober 2011

Pre

 

Saya dan seorang sahabat (Harry) beberapa waktu silam merencakan untuk setidaknya sebulan sekali melakukan turing jarak pendek atau menengah. Alasannya karena kami berdua suka turing santai dan Harry ingin memaksimalkan hobby fotografinya. Di suatu waktu kami membaca tulisan tentang Teluk Kilauan di Lampung dan kami memutuskan untuk berturing wisata ke sana.

 

In my humble opinion, turing wisata adalah: Melakukan dan menikmati perjalanan keluar kota menggunakan sepeda motor dengan berkelompok (lebih dari satu) menuju sebuah tempat dengan tanpa tergesa di jalan dan kalau bisa membawa kamera 😀

 

Harry kemudian mengajak Roy – salah satu mentor dia dalam fotografi – untuk ikut dalam turing ini. Alasannya? Dugaan saya karena Harry berharap dapat menjadi model dari bidikan kamera Roy serta belajar fotografi lebih dalam di Teluk Kilauan. Roy antusias dan memastikan diri untuk ikut.

Kemudian saya mengusulkan agar mengajak rekan TiKus yang berasal dari Lampung, keluarlah nama Fahmi dan Zelik. Alasannya? Karena kami belum mengenal Lampung sama sekali, jadi semacam membutuhkan penunjuk jalan dan “tuan rumah”. Zelik di hari H memutuskan untuk tidak ikut karena tangkinya bocor. Beberapa rekan TiKus lain yang coba kami ajak menyatakan tidak ikut karena alasan yang berbeda – beda. Roy memberi info kepada kami bahwa ada dua rekannya pehobi fotografi yang akan ikut walaupun akhirnya hanya satu orang yang ikut dan jadi boncenger.

Jadi total yang ikut adalah saya, Harry, Roy, Fahmi, Henry (teman Roy).

 

Turing wisata lebih asyik dilakukan dalam kelompok kecil untuk mempermudah koordinasi di dalam perjalanan.

 

Teluk Kilauan adalah sebuah teluk yang terletak di S5.749252 E105.192740 (silahkan masukkan huruf dan angka tersebut di google map). Ia masuk ke dalam wilayah desa (Pekon) Kilauan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

 

Berbagai persiapan dilakukan. Memastikan kesehatan sepeda motor, kelengkapan berkendara, cadangan parts tunggangan, kamera, tool kits, dll. Beberapa hari sebelum berangkat ditemui bahwa ada retakan di sasis sepeda motor Roy, roda belakang Harry menggesek rantai (?), Fahmi mengganti bannya dengan merk yang cukup dikenal sebagai ban yang licin. Roy dan Harry kemudian menyatakan bahwa masalahnya sudah diatasi.

 

H-1 kami berkumpul di Seven Eleven Menteng untuk membahas lebih detail persiapan termasuk jam dan titik kumpulnya. Di sepakati bahwa saya, Harry, dan Fahmi berkumpul di kantor Harry kemudian kami menuju KFC Indosiar, Daan Mogot untuk bertemu dengan Roy dan rekan.

 

Briefing selesai dan kemudian kami pulang ke tempat kami masing – masing untuk beristirahat dan mematangkan persiapan personal. Tidak sabar untuk tiba di Kilauan.

 

Bersambung

 

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: