Oase Di Tengah Hutan

Dalam suatu kesempatan saya mengunjungi Tangkuban Perahu Jawa Barat untuk menemani rekan saya yang ingin berlibur.

Singkat cerita kami sampailah di Kawah Upas. Pemandangan alam yang indah kami dapatkan di sana.


Selanjutnya kami sempat berdiskusi apakah melanjutkan perjalanan atau memutar dan kembali menyusuri jalan yang kami lalui untuk menuju ke Kawah Upas tadi.
Akhirnya kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan walau di depan kami jelas terbentang jalur mendaki yang amat curam. Kami berdua tidak tahu seberapa jauh lagi kami harus berjalan untuk melengkapi satu putaran Kawah Ratu Tangkuban Perahu ini. Untuk itu saya melihat sekeliling guna mencari pedagang air minum karena persediaan minum kami sisa seperempat botol air mineral kemasan sedang (500ml?)

Ternyata jalan yang kami tempuh tidak sesingkat yang kami duga dan kami kehabisan air minum di dalam perjalanan. Tidak ada mata air dan tidak ada air di lumut tumbuhan – tumbuhan hutan. Lemas. Namun kembali semangat setelah membaca sebuah tulisan di papan yang di tempel ke pohon.

Dengan sangat pelan kami menapaki setiap undakan yang ada sampai pada akhirnya kami sampai di sebuah warung!

Luar biasa pedagang ini mencari lokasi membuka lapaknya. Saya tebak bahwa si bapak akan menaikkan harga jual dagangannya, namun ternyata tidak. Harga jualnya sama dengan harga jual di lapak lain di bawah sana.

Luar biasa itu ucap saya dalam hati.

Warung penyelamat saya dan teman saya dari dehidrasi, harga normal, dan  ramah.

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: