Standart.Is.Me

Untuk yang akrab dengan kendaraan roda dua tentu mengenal beberapa aliran modifikasi misalnya drag style, street fighter, turing, jap style, dan lain – lain. 

Secara umum dari berbagai aliran yang dianut ada beberapa ubahan dasar atau saya menyebutnya ubahan common yang menurut saya sering dilakukan oleh brader – brader biker di sekeliling saya. Misalnya klakson, ban, stang, dan headlamp.

Di tiger saya sebelumnya saya melakukan beberapa ubahan common itu. Mengganti klakson standart dengan klakson keong, memasang top box, dan mengenakan roll bar di si macan. Saya punya alasan logis kenapa melakukan ubahan – ubahan itu. Klakson saya ganti agar tentu klakson saya mempunyai suara yang lebih besar dan lebih terdengar oleh kendaraan atau orang lain. Menggunakan top box karena saya anggap saya butuh bagasi untuk menaruh rain coat, barang bawaan, dan lainnya. Sedangkan roll bar saya pasang untuk perlindungan pada body kendaraan jika sewaktu – waktu jatuh. Logis semua kan? 😀

Seiring waktu saya mempunyai kesempatan untuk menyemplak New Mega Pro (NMP) anyar. Tentu saya ingin pula melakukan ubahan – ubahan common pada si odong – odong itu (sebutan saya untuk NMP saya). Tapi kemudian ketika akan mengganti klakson dan memasang HID+projector saya berpikir: “apa guna klakson bersuara besar dan HID+projector itu?

Logika saya berkata bahwa standart pabrikan pasti sudah memperhitungkan segalanya. Mereka tidak akan membuat klakson yang suaranya terlalu kecil dan mereka tidak akan memasangkan lampu yang sinarnya tidak cukup untuk menerangi jalan. Tapi logika saya yang lain berkata, dengan kondisi jalan raya seperti di Jakarta maka apa – apa yang standart tidak akan pernah cukup. Dengan suara klakson yang lantang saja masih sering ditemui pengendara atau orang lain cuek bebek apalagi cuma pakai yang standart?

Well dari dua diskusi singkat logika saya itu kemudian saya harus menentukan pilihan. Saya memilih untuk tetap standart. Kenapa? Kata kuncinya adalah cukup. Bawaan pabrik sudah cukup.

Bayangkan jika semua roda dua menggunakan klakson bersuara besar, jalanan akan semakin hingar bingar. Bayangkan semua kendaraan di jalan menggunakan HID+proyektor, jalanan akan semakin menyilaukan dan justru berbahaya bagi pengendara. Saya juga sampai pada kesimpulan bahwa klakson bersuara besar dan HID+proyektor adalah bentuk arogansi di jalan. Keinginan untuk menang sendiri atau mau  enaknya sendiri. Pikir – pikir lagi itu menjadikan saya justru tidak safety buat pengendara lain.

Itu kesimpulan saya saja kok, mungkin salah dan mohon dimaafkan 😀

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: