Ubrium : 2031

Saya berhasil melompati waktu walau hanya 20 tahun ke depan. Saya merasa sesak, seperti tidak ada udara.

Sebuah tabung seperti botol mineral 600ml dengan selang dan corong di ujungnya mendarat di dekat saya berpijak, ada yang melemparnya ke arah saya.

Saya menoleh ke arah dari mana arah lemparan itu datang. Seorang laki – laki tua lusuh duduk di sana, di sebelah onggokan puing. Telapak tangan dia mengayun lemah menuju hidungnya, seperti memberi kode kepada saya.

Dalam sesak yang semakin menjadi saya tidak dapat memahami maksudnya. Sesaat kemudian saya merasa gelap, pingsan.

Remang dan berbayang saya lihat bayangan laki – laki tua itu menatap saya. Kesadaran saya pulih, entah berapa lama saya pingsan. Saya kini dapat bernafas.

Saya berusaha untuk duduk dibantu laki – laki tua itu. Kemudian saya mendengar laki – laki itu bercerita.

Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia saat itu sudah sangat kotor. Seseorang tidak lagi dapat menghirup udara dengan bebas. Untuk itu harus menggunakan tabung oksigen seperti yang saya gunakan kini. Tabung tipe lama yang sudah tidak terlalu diminati meski harganya tetap tidak dapat dibilang murah. Tipe terbaru sudah canggih dan sangat praktis.

Laki – laki itu mengganti tabung saya ketika ia melihat saya sudah merasa sesak.

Tabung sebelumnya, tabung yang sekarang saya pakai, dan tabung – tabung lain milik laki – laki tua ini adalah sisa – sisa orang lain yang ia kais dari pembuangan sampah. Jika beruntung, sebuah tabung yang ia dapat mungkin dapat bertahan selama tiga puluh menitan.

Saya tanpa sadar telah merebut nafas hidup laki – laki tua ini. Sejak itu saya berusaha menjaga nafas saya. Menghirup lembut udara yang ada dalam tabung itu. Sesekali bahkan menahan nafas.

Sebelum saya bertanya, laki – laki itu bercerita lagi.

Penyebab semua ini adalah karena hilangnya hutan dan lahan hijau dari hidup manusia beberapa tahun yang lalu. Lebih tepatnya sengaja dihilangkan agar tujuan sekelompok pengusaha untuk menjual oksigen dalam kemasan seperti yang saya pegang, berjalan mulus.

2011. Saya kembali ke jaman saya setelah perjalanan melintas waktu yang pertama dan terakhir. Apakah nantinya saya akan tetap melihat 2031 seperti tadi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: