1.1.2011 Sebuah Refleksi Singkat

Tahun baru tiba. Harapan baru bergemuruh di dada banyak orang tapi tidak bagi saya, kenapa?

Layaknya pergantian hari, pergantian tahun saya maknai hanya sebagai saat dimana saya belajar dari pengalaman sebelumnya. Mengambil hikmah, mengingat, dan berusaha lebih baik lagi dikemudian hari.

Kalaupun ada perbedaan maka pergantian tahun adalah sebuah tingkatan yang lebih besar dari pergantian hari ataupun bulan. Pergantian tahun adalah sub masterplan yang jika disatukan akan merangkai grand masterplan hidup saya. Jika pergantian tahun adalah sub, maka pergantian hari adalah hari adalah sub sel. Dimana pergantian bulan adalah sel yang terangkai membentuk sub masterplan. Untuk itu ketika memasuki pergantian tahun yang saya lakukan adalah duduk diam sejenak dan merefleksi apa saja yang telah terlalui setahun ke belakang. Selebrasi ataupun kembang api adalah sebuah menu tambahan untuk melengkapi bukan sebaliknya.

Pergantian tahun 2010 ke 2011 ini saya mengalami moment yang berbeda dari pergantian tahun sebelum – sebelumnya. Saya terjebak dalam kerumunan orang yang ingin menyaksikan kembang api padahal saya sedang terburu untuk berkumpul bersama keluarga. Sesungguhnya konfigurasi kembang api yang meletup di udara itu menghasilkan pemandangan yang indah namun sayang saya tidak menikmatinya.

Saya melihat ke orang – orang yang ada di sana. Saya percaya hampir semua menikmati warna warni cahaya itu. Dengan bermacam dandanan, potongan rambut, aroma tubuh, ponsel dan atau kamera digital sederhana maupun kompleks yang mengarah ke letupan – letupan di udara, mereka semua tersenyum sambil sesekali mengeluarkan sorakan tanda kagum. Beberapa menit kemudian kembang api berhenti diluncurkan, satu per satu beranjak dari lokasi. Selesai.

Seperti itu sajakah memaknai tahun baru? Mungkin setelah itu mereka pun seperti saya, duduk diam merenungi tahun yang telah lalu. Namun jika tidak, sayang rasanya. Melupakan sejenak beban hidup dan kemudian kembali melanjutkannya setelah kembang – kembang api padam. Setelah selebrasi selebrasi usai.

Tidak ada yang menjamin bahwa yang saya lakukan akan memberi hidup yang berkualitas daripada yang saya tidak lakukan memang, namun dengan merefleksi saya merasa lebih menghargai hidup saya.

Mari maknai waktu dengan lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: